👆 ini anak2 santri baru yg sedang melalui MTS (Masa Taaruf Santri), Alhamdulillah mrk sudah sangat nyaman dan betah. Saat baca yaasin, sy melihat bbrp di antara mrk tdk lagi memegang mushaf, artinya sdh hafal. Alhamdulillah
Smg keberkahan melingkupi anak2 Santri, guru2nya, wali2 santrinya dan Anda semua, member Magnet Rezeki
Smg keberkahan melingkupi anak2 Santri, guru2nya, wali2 santrinya dan Anda semua, member Magnet Rezeki
❤1
Memilih Syariah
By Nasrullah
Sebenarnya, syariah itu bukan pilihan.
Syariah itu harga mati.
Menjadi tidak sederhana ketika berada di lingkungan yang ketika menggunakan label “syariah” ada banyak tantangannya.
Koperasi misalnya. Melihat dasar2 pola akad dan transaksi yang ada di AD/ART standar, banyak yang tidak syariah. Image masyarakat tentang koperasi juga lebih ke arah simpan-pinjam.
Wajar jika dalam sebuah ceramah yg diupload di youtube, Ust Abdus Shomad mengatakan “koperasi itu riba, mau besar atau kecil SHUnya”. Sangat wajar beliau menyampaikan hal itu, karena image simpan-pinjam dari koperasi dan juga praktek yg nyata di tengah masyarakat memang demikian.
Lalu, Magnet Rezeki memilih Koperasi. Padahal ingin juga memilih Syariah. Bagaimana mengkompromikannya?
Saya pribadi percaya, bahwa semua aspek kehidupan bisa di syariah-kan. Artinya bisa di buat halal begitu. Hubungan cinta lelaki dan perempuan misalnya, bisa disyariahkan dengan pernikahan. Di luar pernikahan ya tidak halal. Tapi ada jalan keluar yg dibuat oleh agama. Menikahlah.
Begitu juga dengan koperasi. Bisa disyariahkan.
Akhirnya, kami bedah panjang tentang akad-akad syariah di koperasi dan peluang mensyariahkannya. Mengkompromikan antara aspek legal koperasi dengan aspek syariah dalam agama. Ternyata bisa juga. Walau tidak mudah.
Dalam menggali akad2 ini, saya ditemani 2 ustadz. Ust Abu Shofi yang lulusan Gontor dan pernah menjadi ketua Koperasi alumnus Gontor. Dan ust Yasir yang sangat hati2 dalam mengkaji akad syariah. Keduanya bertugas di kepengurusan Pusat dari KMR.
Alhamdulillah, kompromi diantara keduanya melahirkan akad2 syariah yang pas diterapkan di Koperasi Magnet Rezeki.
Tantangan berikutnya adalah, pola syariah mana yang kita pilih. Karena akad2 syariah di lapangan terjadi banyak perbedaan pendapat. Misalnya, MUI telah membentuk DSN (Dewan Syariah Nasional) yang memproduksi fatwa2 dalam bidang keuangan syariah.
Nyatanya, ada juga para ustadz yang mengkritisi praktek2 penerapan fatwa DSN itu di lapangan. Akhirnya, diskursus muamalah syariah banyak di seminarkan dan ditrainingkan. Sampai membentuk pola2 baru dalam produk ekonomi umat.
Kami di PP KMR menyerap hal ini. Menjadikan semua diskursus itu sebagai bahan yang berguna untuk menjadikan akad2 syariah yang dipraktekkan penuh kehati2an namun mengarah ke produktifitas tinggi. Pastinya tidak sempurna. Tapi kami terus belajar, belajar dan belajar lagi.
Akhirnya, disinilah kami. Mencoba memilih jalan syariah. Karena kita ingin agar apa yang kita bisa produktifkan hanyalah yang dihalalkan oleh Allah Sang Khoirur Rooziqiin.
(H-2 menuju Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
By Nasrullah
Sebenarnya, syariah itu bukan pilihan.
Syariah itu harga mati.
Menjadi tidak sederhana ketika berada di lingkungan yang ketika menggunakan label “syariah” ada banyak tantangannya.
Koperasi misalnya. Melihat dasar2 pola akad dan transaksi yang ada di AD/ART standar, banyak yang tidak syariah. Image masyarakat tentang koperasi juga lebih ke arah simpan-pinjam.
Wajar jika dalam sebuah ceramah yg diupload di youtube, Ust Abdus Shomad mengatakan “koperasi itu riba, mau besar atau kecil SHUnya”. Sangat wajar beliau menyampaikan hal itu, karena image simpan-pinjam dari koperasi dan juga praktek yg nyata di tengah masyarakat memang demikian.
Lalu, Magnet Rezeki memilih Koperasi. Padahal ingin juga memilih Syariah. Bagaimana mengkompromikannya?
Saya pribadi percaya, bahwa semua aspek kehidupan bisa di syariah-kan. Artinya bisa di buat halal begitu. Hubungan cinta lelaki dan perempuan misalnya, bisa disyariahkan dengan pernikahan. Di luar pernikahan ya tidak halal. Tapi ada jalan keluar yg dibuat oleh agama. Menikahlah.
Begitu juga dengan koperasi. Bisa disyariahkan.
Akhirnya, kami bedah panjang tentang akad-akad syariah di koperasi dan peluang mensyariahkannya. Mengkompromikan antara aspek legal koperasi dengan aspek syariah dalam agama. Ternyata bisa juga. Walau tidak mudah.
Dalam menggali akad2 ini, saya ditemani 2 ustadz. Ust Abu Shofi yang lulusan Gontor dan pernah menjadi ketua Koperasi alumnus Gontor. Dan ust Yasir yang sangat hati2 dalam mengkaji akad syariah. Keduanya bertugas di kepengurusan Pusat dari KMR.
Alhamdulillah, kompromi diantara keduanya melahirkan akad2 syariah yang pas diterapkan di Koperasi Magnet Rezeki.
Tantangan berikutnya adalah, pola syariah mana yang kita pilih. Karena akad2 syariah di lapangan terjadi banyak perbedaan pendapat. Misalnya, MUI telah membentuk DSN (Dewan Syariah Nasional) yang memproduksi fatwa2 dalam bidang keuangan syariah.
Nyatanya, ada juga para ustadz yang mengkritisi praktek2 penerapan fatwa DSN itu di lapangan. Akhirnya, diskursus muamalah syariah banyak di seminarkan dan ditrainingkan. Sampai membentuk pola2 baru dalam produk ekonomi umat.
Kami di PP KMR menyerap hal ini. Menjadikan semua diskursus itu sebagai bahan yang berguna untuk menjadikan akad2 syariah yang dipraktekkan penuh kehati2an namun mengarah ke produktifitas tinggi. Pastinya tidak sempurna. Tapi kami terus belajar, belajar dan belajar lagi.
Akhirnya, disinilah kami. Mencoba memilih jalan syariah. Karena kita ingin agar apa yang kita bisa produktifkan hanyalah yang dihalalkan oleh Allah Sang Khoirur Rooziqiin.
(H-2 menuju Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
❤2
Menjadi Tuan di Negeri Sendiri
By Nasrullah
Bagi mereka yang memiliki rumah, tentu mudah menjadi tuan di rumahnya sendiri. Dia yang mengatur dan menempatkan segala sesuatu sesuai aturannya.
Menjadi tidak wajar, jika seorang pemilik rumah tidak jadi tuan di rumahnya sendiri.
Ini kan logika sederhana. Uniknya, logika sesederhana itu tdk terjadi di Indonesia.
Kita sbg rakyat penghuni negeri ini, lahir dan besar di sini, nyatanya tidak jadi tuan di negeri kita sendiri.
Sumber daya alam banyak yang tidak kita kuasai. Masuk jalan tol harus bayar. Segala sesuatu dipajaki. Barang2 tinggi nyaris tak terbeli, sementara kenaikan gaji tidak secepat kenaikan harga barang.
Ternyata, kita memang tidak jadi tuan di negeri kita. Kita “mengontrak” di sini.
Tapi ini bukan salah siapa2... ilmu Magnet Rezeki mengajarkan kita untuk selalu melihat dan berkaca pada diri sendiri. Jangan-jangan, memang kita yang salah.
Faktanya, menjadi tuan, tdk semudah hanya dengan menghayal. Dia harus diperjuangkan.
Bayangkan seorang raja. Untuk menempati posisinya, dia harus berjuang mati2an untuk memperebutkan sebuah daerah. Lalu berjuang melawan hewan-hewan buas yang ada. Dan berjuang mengelola dan mengatur daerah tersebut. Kemudian berjuang meyakinkan orang2 yang ada di kekuasannya untuk taat dan mengikutinya. Juga berjuang melawan gangguan dari raja lain yang ingin melawannya.
Ya, seorang raja menjadi raja, bukan karena pemberian. Tapi karena perjuangan. Dari sebab perjuangan itulah, dia menjadi Tuan di Daerah yang ditaklukkannya.
Kita memang lahir dan besar di Indonesia. Pertanyaannya, apakah kita telah berjuang? Apakah kita sudah maksimal berjuang?
Ukurannya sederhana, jika memang kita sudah berjuang maksimal, kita akan menikmati hidup di Indonesia ini laksana Tuan yang dilayani. Siapa pelayannya? Orang asing.
Ya, orang asing yang mencari kerja dan berharap belas kasih dari kita sebagai Tuannya. Kita gaji orang asing itu untuk bekerja di tambang2 yang kita miliki. Hasil terbesarnya, kita yang menikmati.
Jika hari ini, yang terjadi malah sebaliknya, orang asing yang menjadi Tuan dan mengatur-ngatur kita, jangan marah. Jangan kesal. Jangan meratap. Biasa saja. Itulah medan kehidupan.
Ini hanya sebagai pertanda, kita belum berjuang. Kita belum maksimal berjuang. Kita belum berjuang membangun bangsa kita sendiri.
***
Tapi... Berjuang sendiri juga konyol namanya. Tidak bisa berjuang hanya sendiri-sendiri.
Bayangkan kembali seorang raja yang terusir dari wilayahnya, karena kalah dalam pertarungan. Lalu kini, dia mau mengambil daerah tersebut. Apa yang kira2 dia lakukan?
Apakah dia menerjang sendirian? Berbekal tombak kayu seadanya, dia balik lagi dan melawan pasukan yang sudah tersusun2 rapih? Mengandalkan Tuhan, namun tidak menyusun langkah taktis dan strategis?
Tentu tidak demikian. Sekali lagi, itu konyol namanya.
Sebaliknya, dia menyusun langkah strategis. Dia susun barisan yang rapih. Dia menyemangati rakyatnya yang masih tersisa. Berlatih dan berlatih. Menggandakan kekuatannya. Mengujinya. Mengirim mata-mata untuk mengukur kekuatan lawan.
Juga membuat rakyatnya terpenuhi kebutuhan ekonominya. Melatih prihatin. Mengumpulkan perbekalan. Berburu di hutan2. Menjaga kesehatan. Berdoa dengan tekun.
Lalu, di saat yang tepat, sang raja itu menyerang dengan kekuatan penuh, dengan strategi cerdas, organisasi yang kokoh, untuk merebut kembali kekuasannya.
Berjuang dan berjamaah. Keras dan cerdas. Hingga Allah memberi sang raja itu hadiah atas kesabaran dan kesungguhannya.
***
Tentu, kita perlu fight-back atas keadaan Indonesia skrg. Tapi berjuang yang saya maksudkan di sini, bukan perdjoeangan mengangkat sendjata seperti jang dilakoekan oleh pendahulu kita. Bukan. Itu sudah kuno.
Musuh Indonesia ini juga datang tidak pakai senjata koq. Mereka datang dengan kekuatan ekonomi. Maka, lawan mereka juga dengan kekuatan ekonomi, yang konstitusional.
Itulah yang akan dilakukan di Koperasi Magnet Rezeki. Berjuang & Berjamaah dalam bidang ekonomi umat untuk Menjadi Tuan di Negeri Sendiri. Bi idznillah.
(H-1 Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
By Nasrullah
Bagi mereka yang memiliki rumah, tentu mudah menjadi tuan di rumahnya sendiri. Dia yang mengatur dan menempatkan segala sesuatu sesuai aturannya.
Menjadi tidak wajar, jika seorang pemilik rumah tidak jadi tuan di rumahnya sendiri.
Ini kan logika sederhana. Uniknya, logika sesederhana itu tdk terjadi di Indonesia.
Kita sbg rakyat penghuni negeri ini, lahir dan besar di sini, nyatanya tidak jadi tuan di negeri kita sendiri.
Sumber daya alam banyak yang tidak kita kuasai. Masuk jalan tol harus bayar. Segala sesuatu dipajaki. Barang2 tinggi nyaris tak terbeli, sementara kenaikan gaji tidak secepat kenaikan harga barang.
Ternyata, kita memang tidak jadi tuan di negeri kita. Kita “mengontrak” di sini.
Tapi ini bukan salah siapa2... ilmu Magnet Rezeki mengajarkan kita untuk selalu melihat dan berkaca pada diri sendiri. Jangan-jangan, memang kita yang salah.
Faktanya, menjadi tuan, tdk semudah hanya dengan menghayal. Dia harus diperjuangkan.
Bayangkan seorang raja. Untuk menempati posisinya, dia harus berjuang mati2an untuk memperebutkan sebuah daerah. Lalu berjuang melawan hewan-hewan buas yang ada. Dan berjuang mengelola dan mengatur daerah tersebut. Kemudian berjuang meyakinkan orang2 yang ada di kekuasannya untuk taat dan mengikutinya. Juga berjuang melawan gangguan dari raja lain yang ingin melawannya.
Ya, seorang raja menjadi raja, bukan karena pemberian. Tapi karena perjuangan. Dari sebab perjuangan itulah, dia menjadi Tuan di Daerah yang ditaklukkannya.
Kita memang lahir dan besar di Indonesia. Pertanyaannya, apakah kita telah berjuang? Apakah kita sudah maksimal berjuang?
Ukurannya sederhana, jika memang kita sudah berjuang maksimal, kita akan menikmati hidup di Indonesia ini laksana Tuan yang dilayani. Siapa pelayannya? Orang asing.
Ya, orang asing yang mencari kerja dan berharap belas kasih dari kita sebagai Tuannya. Kita gaji orang asing itu untuk bekerja di tambang2 yang kita miliki. Hasil terbesarnya, kita yang menikmati.
Jika hari ini, yang terjadi malah sebaliknya, orang asing yang menjadi Tuan dan mengatur-ngatur kita, jangan marah. Jangan kesal. Jangan meratap. Biasa saja. Itulah medan kehidupan.
Ini hanya sebagai pertanda, kita belum berjuang. Kita belum maksimal berjuang. Kita belum berjuang membangun bangsa kita sendiri.
***
Tapi... Berjuang sendiri juga konyol namanya. Tidak bisa berjuang hanya sendiri-sendiri.
Bayangkan kembali seorang raja yang terusir dari wilayahnya, karena kalah dalam pertarungan. Lalu kini, dia mau mengambil daerah tersebut. Apa yang kira2 dia lakukan?
Apakah dia menerjang sendirian? Berbekal tombak kayu seadanya, dia balik lagi dan melawan pasukan yang sudah tersusun2 rapih? Mengandalkan Tuhan, namun tidak menyusun langkah taktis dan strategis?
Tentu tidak demikian. Sekali lagi, itu konyol namanya.
Sebaliknya, dia menyusun langkah strategis. Dia susun barisan yang rapih. Dia menyemangati rakyatnya yang masih tersisa. Berlatih dan berlatih. Menggandakan kekuatannya. Mengujinya. Mengirim mata-mata untuk mengukur kekuatan lawan.
Juga membuat rakyatnya terpenuhi kebutuhan ekonominya. Melatih prihatin. Mengumpulkan perbekalan. Berburu di hutan2. Menjaga kesehatan. Berdoa dengan tekun.
Lalu, di saat yang tepat, sang raja itu menyerang dengan kekuatan penuh, dengan strategi cerdas, organisasi yang kokoh, untuk merebut kembali kekuasannya.
Berjuang dan berjamaah. Keras dan cerdas. Hingga Allah memberi sang raja itu hadiah atas kesabaran dan kesungguhannya.
***
Tentu, kita perlu fight-back atas keadaan Indonesia skrg. Tapi berjuang yang saya maksudkan di sini, bukan perdjoeangan mengangkat sendjata seperti jang dilakoekan oleh pendahulu kita. Bukan. Itu sudah kuno.
Musuh Indonesia ini juga datang tidak pakai senjata koq. Mereka datang dengan kekuatan ekonomi. Maka, lawan mereka juga dengan kekuatan ekonomi, yang konstitusional.
Itulah yang akan dilakukan di Koperasi Magnet Rezeki. Berjuang & Berjamaah dalam bidang ekonomi umat untuk Menjadi Tuan di Negeri Sendiri. Bi idznillah.
(H-1 Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
❤1
KHOIRUL MUNZILIIN
By Nasrullah
Kedatangan peserta ke Workshop Koperasi banyak yang tidak rasional.
Bagaimana tidak? Sepekan sebelum acara di grup whatsapp peserta, rata2 memberitakan tentang harga tiket ke Jakarta yang melambung tinggi. Sebagian tidak dapat tiket kereta, atau bus, akhirnya harus naik pesawat. Dengan biaya yang lebih tinggi lagi.
Saya tidak menyangka harga tiket di tanggal 7-8 juli ini meningkat drastis. Krn hitungannya sudah jauh dari arus balik lebaran. Mestinya sih harga tiket sudah normal. Tapi qadarullah, peserta harus merogoh kantong lebih dalam untuk ikut acara Workshop ini.
Ta’dzim saya pada mereka yang berjuang untuk tetap hadir. Semoga seluruh biaya dijadikan nilai sedekah yang mulia di sisi Allah. Aamiin.
Perkara biaya ini tidak sederhana. Sebagian bahkan memang tidak ada biaya sama sekali. Yang mengharuskannya berfikir berkali2 untuk ikut. Sebagian harus memilih, antara ikut camp atau ikut workshop koperasi. Sebagian harus mengorbankan biaya dapur.
Baru saja lebaran, biaya habis terkuras. Lalu masuk anak sekolah yang tentunya perlu biaya yang juga tidak sedikit. Saya dan pengurus mendapatkan banyak pertanyaan konsultasi. Apakah harus pergi, atau tidak.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, kami Alhamdulillah sudah memiliki pemahaman yang sama. Tanyakan saja pada Allah melalui Garpu Tala. Biar Allah yang menjawab dan menuntun.
Ajaib. Rata2 mendapatkan jawaban yang menyuruh untuk datang. Akhirnya, hasil Garpu Tala itulah yang menjadikan lebih dari 300 peserta meneguhkan tekad untuk membersamai kami. Alhamdulillah.
Ada satu Garpu Tala yang membuat saya tertegun. Pak Arif Wicaksono bertanya kepada Allah, tentang melangkah lebih dalam ke koperasi. Allah menjawabnya di surat 23:28-29
“Dan apabila engkau dan orang2 yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah “segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang2 yang zalim”
Dan berdoalah : Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, Engkau adalah sebaik2 pemberi tempat (Khoirul Munziliin)”
Pak Arif merasa yakin, bahwa jalan Koperasi adalah jalan keselamatan yang dipilihkan Allah untuknya. Kami pun semua tertegun melihat ayat yang dipilihkan oleh Allah.
Saya pribadi terkesima dengan pilihan ayat itu. Karena di yayasan, saya menggunakan KHOIRUR ROOZIQIIN sebagai pilihan nama dalam pendidikan Magnet Rezeki. Juga ada materi khusus dalam audio berjudul Khoirur Rooziqiin tersebut.
Dan, untuk koperasi, Allah menitipkan doa indah bertajuk nama-Nya : KHOIRUL MUNZILIIN. Doa yang akan kami lantunkan syahdu dalam kegiatan koperasi kami. Sebagai bentuk penyerahan dan tawakkal kepada Allah atas amal jama’i yang kami lakukan.
Bismillah.
(Hari H... Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
By Nasrullah
Kedatangan peserta ke Workshop Koperasi banyak yang tidak rasional.
Bagaimana tidak? Sepekan sebelum acara di grup whatsapp peserta, rata2 memberitakan tentang harga tiket ke Jakarta yang melambung tinggi. Sebagian tidak dapat tiket kereta, atau bus, akhirnya harus naik pesawat. Dengan biaya yang lebih tinggi lagi.
Saya tidak menyangka harga tiket di tanggal 7-8 juli ini meningkat drastis. Krn hitungannya sudah jauh dari arus balik lebaran. Mestinya sih harga tiket sudah normal. Tapi qadarullah, peserta harus merogoh kantong lebih dalam untuk ikut acara Workshop ini.
Ta’dzim saya pada mereka yang berjuang untuk tetap hadir. Semoga seluruh biaya dijadikan nilai sedekah yang mulia di sisi Allah. Aamiin.
Perkara biaya ini tidak sederhana. Sebagian bahkan memang tidak ada biaya sama sekali. Yang mengharuskannya berfikir berkali2 untuk ikut. Sebagian harus memilih, antara ikut camp atau ikut workshop koperasi. Sebagian harus mengorbankan biaya dapur.
Baru saja lebaran, biaya habis terkuras. Lalu masuk anak sekolah yang tentunya perlu biaya yang juga tidak sedikit. Saya dan pengurus mendapatkan banyak pertanyaan konsultasi. Apakah harus pergi, atau tidak.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, kami Alhamdulillah sudah memiliki pemahaman yang sama. Tanyakan saja pada Allah melalui Garpu Tala. Biar Allah yang menjawab dan menuntun.
Ajaib. Rata2 mendapatkan jawaban yang menyuruh untuk datang. Akhirnya, hasil Garpu Tala itulah yang menjadikan lebih dari 300 peserta meneguhkan tekad untuk membersamai kami. Alhamdulillah.
Ada satu Garpu Tala yang membuat saya tertegun. Pak Arif Wicaksono bertanya kepada Allah, tentang melangkah lebih dalam ke koperasi. Allah menjawabnya di surat 23:28-29
“Dan apabila engkau dan orang2 yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah “segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang2 yang zalim”
Dan berdoalah : Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, Engkau adalah sebaik2 pemberi tempat (Khoirul Munziliin)”
Pak Arif merasa yakin, bahwa jalan Koperasi adalah jalan keselamatan yang dipilihkan Allah untuknya. Kami pun semua tertegun melihat ayat yang dipilihkan oleh Allah.
Saya pribadi terkesima dengan pilihan ayat itu. Karena di yayasan, saya menggunakan KHOIRUR ROOZIQIIN sebagai pilihan nama dalam pendidikan Magnet Rezeki. Juga ada materi khusus dalam audio berjudul Khoirur Rooziqiin tersebut.
Dan, untuk koperasi, Allah menitipkan doa indah bertajuk nama-Nya : KHOIRUL MUNZILIIN. Doa yang akan kami lantunkan syahdu dalam kegiatan koperasi kami. Sebagai bentuk penyerahan dan tawakkal kepada Allah atas amal jama’i yang kami lakukan.
Bismillah.
(Hari H... Workshop Koperasi Magnet Rezeki)
❤1
Alhamdulillah... berdatangan member2 untuk ikut acara Workshop Koperasi Magnet Rezeki.
Mrk lah yang akan menjadi mesin2 penggerak bagi koperasi yang akan membangun visi Menjadi Tuan di Negeri Sendiri
Mrk lah yang akan menjadi mesin2 penggerak bagi koperasi yang akan membangun visi Menjadi Tuan di Negeri Sendiri
❤1
Alhamdulillah hari pertama dilalui dengan semangat
Hari ini In Syaa Allah lebih banyak kajian2 teknis yg memastikan semua mesin koperasi berjalan dengan lancar, produktif, aman, legal dan syar’i
Hari ini In Syaa Allah lebih banyak kajian2 teknis yg memastikan semua mesin koperasi berjalan dengan lancar, produktif, aman, legal dan syar’i
❤1
Bismillah... hari kedua Workshop Koperasi Magnet Rezeki. Alhamdulillah pesertanya sangat semangat... ruangannya full...
❤1
#Testimoni
#WorkshopKoperasi
Waalaikumsalam Wr Wb
Alhamdulillah ini sebuah workshop yang sangat dahsyat yang pernah sy ikuti.
Sejak pertama sy bergabung di audio magnet rezeki ustad nasrullah sy selalu mengikuti setiap informasi apapun yg diberikan di audio dan sy belajar menerapkan sedikit demi sedikit ilmu yg ada dlm magnet rezeki,
Alhamdulillah dahsyat dan luar biasa...hingga buku RMR saat perdana launching sy beli paket 6 buah dan sy bagi" kan sm saudara dan teman" sy
Hingga perjalanan niat dan azam utk bisa ikut di semua even magnet rezeki sy trs hantam dengan doa doa dan doa
Allah mengabulkan kesempatan pertama sy utk ikut di even MR adalan WPC2 ini, ilmu garpu tala dan kemudahan Allah menjadikan sy sampai ke kegiatan ini, dan banyak keajaiban" dahsyat yg terjadi hingga akhirnya sy pun sampai di even WPC2 ini. Alhamdulillah
Doa dari ortu, doa suami dan sdr serta anak" jg teman yg mengantarkan sy hingga bisa melihat dan bertemu langsung dan mendengarkan langsung materi dari ustad nasrullah, luar biasa dahsyat semua pemateri nya benar" trainer dahsyat ilmu magnet rezekinya.
Terimakasih banyak atas semua ilmunya Ustad Nasrullah dan tim semoga Allah menjadikan kita semua hamba Allah yg sukses mengejar dunia dan selamat di akhirat.
Semoga Allah akan memberikan kelapangan hati kesehatan umur panjang buat ustad nas dan tim
Luar biasa kehidupan sy ustad nas dengan mengikuti WPC2 ini...dan sy memperhatikan bahwa benar" luar biasa bagi semua tim yg terlibat dlm kepanitiaan kegiatan ini benar" orang" yg mengamalkan magnet rezekinya.
Dan mulai dari pelayanan pendaftaran banyak nanya ke coach Suprianto yg ekstra selalu dibalas semua pertanyaam kita, pendaftaran boking penginapan dan penyambutan tim GEN SENYUM saat dr awal daftar hingga sampai di hotel ( Pak Dedy. Pak iwan, Pak icel) dahsyat luar biasa semua nya jd nyaman...
Penuh santun, senyum, ramah dahsyat banget semua yg sy alami dalam dua hari ini, GEN Senyum Dahsyat banget!
Ini adalah pengalaman termahal yg sy dapatkan Ustad Nas...
Semoga Allah memampukan sy mewujudkan keinginan sy untuk lanjut ke camp di Bandung.
Dua hari ini penuh semangat yg membara, penuh air mata doa keyakinan, bahwa Allah mempertemukan sy pada sebuah komunitas yg dahsyat...dahsyat dengan segala keajaiban.
Terimakasih banyak atas kesempatan menuliskan tentang ini semua,
Mohon dimaafkan dengan segala kekhilafan sy sbg peserta ya.
Semoga Allah selalu menjadikan kita hamba yg istiqomah menjalankan ilmu MR ini, dan Allah mensukseskan kita berdakwah untuk ummat di Koperasi Magnet Rezeki.
Salam santun dari sy buat Ustad Nasrullah, buat semua pemateri, dan buat tim GEN SENYUM sukses selalu ya.
Aamiin Ya Rabbal 'aalamin
Mohon doakan sy semoga sy bisa sukses mensiarkan menyebarkan dan mengamalkan terus ilmu MR di keluarga, di lingkungan rumah, dan di tempat kerja.
Terimakasih Ya
Depok" 9 Juli 2018
Dwi_Bengkulu
#WorkshopKoperasi
Waalaikumsalam Wr Wb
Alhamdulillah ini sebuah workshop yang sangat dahsyat yang pernah sy ikuti.
Sejak pertama sy bergabung di audio magnet rezeki ustad nasrullah sy selalu mengikuti setiap informasi apapun yg diberikan di audio dan sy belajar menerapkan sedikit demi sedikit ilmu yg ada dlm magnet rezeki,
Alhamdulillah dahsyat dan luar biasa...hingga buku RMR saat perdana launching sy beli paket 6 buah dan sy bagi" kan sm saudara dan teman" sy
Hingga perjalanan niat dan azam utk bisa ikut di semua even magnet rezeki sy trs hantam dengan doa doa dan doa
Allah mengabulkan kesempatan pertama sy utk ikut di even MR adalan WPC2 ini, ilmu garpu tala dan kemudahan Allah menjadikan sy sampai ke kegiatan ini, dan banyak keajaiban" dahsyat yg terjadi hingga akhirnya sy pun sampai di even WPC2 ini. Alhamdulillah
Doa dari ortu, doa suami dan sdr serta anak" jg teman yg mengantarkan sy hingga bisa melihat dan bertemu langsung dan mendengarkan langsung materi dari ustad nasrullah, luar biasa dahsyat semua pemateri nya benar" trainer dahsyat ilmu magnet rezekinya.
Terimakasih banyak atas semua ilmunya Ustad Nasrullah dan tim semoga Allah menjadikan kita semua hamba Allah yg sukses mengejar dunia dan selamat di akhirat.
Semoga Allah akan memberikan kelapangan hati kesehatan umur panjang buat ustad nas dan tim
Luar biasa kehidupan sy ustad nas dengan mengikuti WPC2 ini...dan sy memperhatikan bahwa benar" luar biasa bagi semua tim yg terlibat dlm kepanitiaan kegiatan ini benar" orang" yg mengamalkan magnet rezekinya.
Dan mulai dari pelayanan pendaftaran banyak nanya ke coach Suprianto yg ekstra selalu dibalas semua pertanyaam kita, pendaftaran boking penginapan dan penyambutan tim GEN SENYUM saat dr awal daftar hingga sampai di hotel ( Pak Dedy. Pak iwan, Pak icel) dahsyat luar biasa semua nya jd nyaman...
Penuh santun, senyum, ramah dahsyat banget semua yg sy alami dalam dua hari ini, GEN Senyum Dahsyat banget!
Ini adalah pengalaman termahal yg sy dapatkan Ustad Nas...
Semoga Allah memampukan sy mewujudkan keinginan sy untuk lanjut ke camp di Bandung.
Dua hari ini penuh semangat yg membara, penuh air mata doa keyakinan, bahwa Allah mempertemukan sy pada sebuah komunitas yg dahsyat...dahsyat dengan segala keajaiban.
Terimakasih banyak atas kesempatan menuliskan tentang ini semua,
Mohon dimaafkan dengan segala kekhilafan sy sbg peserta ya.
Semoga Allah selalu menjadikan kita hamba yg istiqomah menjalankan ilmu MR ini, dan Allah mensukseskan kita berdakwah untuk ummat di Koperasi Magnet Rezeki.
Salam santun dari sy buat Ustad Nasrullah, buat semua pemateri, dan buat tim GEN SENYUM sukses selalu ya.
Aamiin Ya Rabbal 'aalamin
Mohon doakan sy semoga sy bisa sukses mensiarkan menyebarkan dan mengamalkan terus ilmu MR di keluarga, di lingkungan rumah, dan di tempat kerja.
Terimakasih Ya
Depok" 9 Juli 2018
Dwi_Bengkulu
❤1👍1
#Testimoni
#WorkshopKoperasi
Dahsyat banget Acara nya. materinya dahsyat banget..Saya bersyukur bisa sampai di depok walaupun harus di tempuh selama 26 jam malang Jakarta.. krn hasil garpu tala dan energi positif dari teman2..jujur di tengah perjalanan saya sdh mau pulang.. akhirnya duduk di taman sholat 2 rakaat garpu tala....melanjutkan perjalanan ke depok..terima kasih coach dian, coach fufy, coach ririn yang selalu memberi semangat.. dan tidak lupa teman2 wpc 2 yang sdh banyak memberikan solusi dan motivasinya..keren banget.. terima kasih. saya bersyukur berada di dekat orang2 yang mempunyai energi positif..
#WorkshopKoperasi
Dahsyat banget Acara nya. materinya dahsyat banget..Saya bersyukur bisa sampai di depok walaupun harus di tempuh selama 26 jam malang Jakarta.. krn hasil garpu tala dan energi positif dari teman2..jujur di tengah perjalanan saya sdh mau pulang.. akhirnya duduk di taman sholat 2 rakaat garpu tala....melanjutkan perjalanan ke depok..terima kasih coach dian, coach fufy, coach ririn yang selalu memberi semangat.. dan tidak lupa teman2 wpc 2 yang sdh banyak memberikan solusi dan motivasinya..keren banget.. terima kasih. saya bersyukur berada di dekat orang2 yang mempunyai energi positif..
❤1
Kami lanjut teruuuus...
Workshop Syirkah Generator hari ini.
Workshop Syirkah Generator hari ini.
❤1
KOPERASI
MAGNET REZEKI
Alhamdulillah Koperasi kita, disingkat KMR sudah mulai running.
Kita akan bergerak pada bisnis produktif yang menjadi katalisator bagi para member yang memiliki produk untuk dijual ke pasaran.
Dalam mengerjakan aktifitas KMR, pengurus dibantu oleh para Syirkah Warrior (SW), yaitu para agen pemasaran yang memperkenalkan KMR ke masyarakat.
KMR mendapatkan produk dari mitra anggota yang disebut sebagai Syirkah Generator (SG).
SG menitip barang ke KMR, lalu SW menjualnya ke masyarakat.
Sesederhana itu.
Masyarakat yang menjadi anggota KMR akan dapat keuntungan, yaitu berupa produk2 yang berkualitas dengan harga terbaik . Diakhir periode (1 tahun sekali), para anggota KMR akan dapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) dengan akad yg syariah.
Member membeli produknya pada member. Untungnya dibagi sama2.
Tentu, harapan kami banyak yang menjadi anggota KMR sehingga ukuran bisnis kita bisa berkembang dan kita menjadi Tuan di Negeri Sendiri.
MAGNET REZEKI
Alhamdulillah Koperasi kita, disingkat KMR sudah mulai running.
Kita akan bergerak pada bisnis produktif yang menjadi katalisator bagi para member yang memiliki produk untuk dijual ke pasaran.
Dalam mengerjakan aktifitas KMR, pengurus dibantu oleh para Syirkah Warrior (SW), yaitu para agen pemasaran yang memperkenalkan KMR ke masyarakat.
KMR mendapatkan produk dari mitra anggota yang disebut sebagai Syirkah Generator (SG).
SG menitip barang ke KMR, lalu SW menjualnya ke masyarakat.
Sesederhana itu.
Masyarakat yang menjadi anggota KMR akan dapat keuntungan, yaitu berupa produk2 yang berkualitas dengan harga terbaik . Diakhir periode (1 tahun sekali), para anggota KMR akan dapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) dengan akad yg syariah.
Member membeli produknya pada member. Untungnya dibagi sama2.
Tentu, harapan kami banyak yang menjadi anggota KMR sehingga ukuran bisnis kita bisa berkembang dan kita menjadi Tuan di Negeri Sendiri.
❤1