Bagi yang daerahnya ada di atas, silahkan ya... kita teruuuus mengajak sebanyak mungkin org utk menjadi Magnet Rezeki
❤1
Apa yang biasanya Anda harapkan ketika selesai membaca sebuah buku?
Anonymous Poll
48%
Menjadi pribadi baru dengan prinsip hidup yang lebih baik
3%
Mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat
20%
Mengenal pemikiran baru, dan mempertimbangkannya untuk digunakan dalam kehidupan
21%
Menambah Khazanah ilmu Pengetahuan yang pastinya berguna
7%
Sangat jarang membaca buku, apalagi sekarang semua ilmu mudah didapat melalui online
❤1
Doakan ya... sedang menyelesaikan buku BAHAGIA TANPA SYARAT
Beberapa bagian sy menulisnya sambil menangis. Berharap banyak yang mendapatkan kebahagiaan hakiki.
Beberapa bagian sy menulisnya sambil menangis. Berharap banyak yang mendapatkan kebahagiaan hakiki.
❤1
Nasrullah - Magnet Rezeki
Apa yang biasanya Anda harapkan ketika selesai membaca sebuah buku?
Ada yg mau milih “semua benar” hehe... iya sih. Tapi pilihannya cuma salah satu aja. Pilih yang puaaaling sesuai dgn hati.
Tujuan pak Nas apa dgn buat poling ini? Agar kita belajar dari banyak pendapat teman2 di grup ini.
Tujuan pak Nas apa dgn buat poling ini? Agar kita belajar dari banyak pendapat teman2 di grup ini.
❤1
Yg BANDUNG...
Ayuk silaturrahim..
In Syaa Allah tgl 5 hari kamis, sy ada di 2 acara di Bandung
1. Peresmian kantor korwil Bandung sekaligus Kajian MR (jam 09-12)
Daftar di : wa.me/6285759999400
Infaq : FREE
2. Seminar pendidikan anak berbasis Magnet Rezeki (jam 15.30-18)
Daftar di : wa.me/628118727777
Infaq : 100rb per org
Silahkan yg mau Hadir
Ayuk silaturrahim..
In Syaa Allah tgl 5 hari kamis, sy ada di 2 acara di Bandung
1. Peresmian kantor korwil Bandung sekaligus Kajian MR (jam 09-12)
Daftar di : wa.me/6285759999400
Infaq : FREE
2. Seminar pendidikan anak berbasis Magnet Rezeki (jam 15.30-18)
Daftar di : wa.me/628118727777
Infaq : 100rb per org
Silahkan yg mau Hadir
❤1
❤1
#Testimoni
#Rania
Malam ini meet n greet sama Kanaya 14th ttg buku Rania 😂😂dari Magnet Rezeki.
Naya bsk mau testimoni ke pak Nas sambil bawa Rania
Padahal itu buku dia diemin ga mau dibaca sejak saya kasih
Karna saya tahu naya ga terlalu suka baca
Pakailah dunia quantum, emak angkat tangan ke Allah biar anak ini mau baca buku ini.
Seminggu kemudian
Akhirnya dia baca dan dia suka dan uda gitu khatam😁 padahal saya tahu bangeds dia belum suka baca buku lebih suka di bacain sama saya.
Dan kini dia paham *KENAPA TIDAK BOLEH PACARAN❓* setelah baca buku itu
Alhamdullilah😭😭😭 dia paham ttg perisai rezeki remaja ini.
Lalu dia bahas ke emaknya tadi dan bahkan buku itu sedang beredar di teman2 remajanya di SMP dan dia bilang bun aku mau jualan buku Rania😁😁
#Rania
Malam ini meet n greet sama Kanaya 14th ttg buku Rania 😂😂dari Magnet Rezeki.
Naya bsk mau testimoni ke pak Nas sambil bawa Rania
Padahal itu buku dia diemin ga mau dibaca sejak saya kasih
Karna saya tahu naya ga terlalu suka baca
Pakailah dunia quantum, emak angkat tangan ke Allah biar anak ini mau baca buku ini.
Seminggu kemudian
Akhirnya dia baca dan dia suka dan uda gitu khatam😁 padahal saya tahu bangeds dia belum suka baca buku lebih suka di bacain sama saya.
Dan kini dia paham *KENAPA TIDAK BOLEH PACARAN❓* setelah baca buku itu
Alhamdullilah😭😭😭 dia paham ttg perisai rezeki remaja ini.
Lalu dia bahas ke emaknya tadi dan bahkan buku itu sedang beredar di teman2 remajanya di SMP dan dia bilang bun aku mau jualan buku Rania😁😁
❤1
Forwarded from Arafat || Channel Telegram
FILOSOFI ROLLERCOASTER DAN BANGKU TAMAN
Setiap orang pasti diuji dengan musibah. Karena dunia adalah negeri ujian (darul bala), sedangkan akhirat adalah negeri balasan (darul jaza). Bahkan pada satu titik tertentu, kita terkadang tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi musibah tersebut.
Jika apa yang sedang kita hadapi itu sudah demikian kalut, maka ingatlah prinsip rollercoaster berikut ini. Bayangkan ada sebuah taman yang asri dan indah. Di tengah-tengah taman nan elok itu terdapat sebuah bangku bagi mereka yang hendak duduk menikmati hijaunya taman.
Sedangkan di taman itu juga ada wahana rollercoaster yang sangat menegangkan. Apabila kita duduk di atas bangku rollercoaster dapatkah kita menyaksikan keindahan taman? Tentu saja tidak, karena dengan kecepatan laju hingga 360 km/jam yang ada hanya kalut, ngeri, dan menegangkan.
Dalam perumpamaan di atas, rollercoaster adalah masalah yang kita hadapi. Sedangkan taman adalah solusinya. Jika kita terus saja duduk di bangku rollercoaster, (dalam arti terus saja memikirkan masalah), maka tak mungkin kita bisa melihat taman. Artinya, tak mungkin melihat solusi.
Agar solusi bisa kelihatan, maka kita harus duduk di bangku taman, bukan di bangku rollercoaster. Artinya, kita harus tenang, damai, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.
Demikianlah, ternyata pertolongan Allah hadir setelah adanya ketenangan (sakinah). Filosofi rollercoaster ini yang diajarkan guru kita, Ustaz Nasrullah, dalam buku beliau Rahasia Magnet Rezeki.
Bahwa ketenangan adalah awal dari pertolongan Allah bersumber dari kisah Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar saat bersembunyi di gua Tsur dalam perjalanan hijrah.
Sahabat Abu Bakar begitu kalut dengan situasi itu, khawatir para pengejar akan mengetahui keberadaan mereka. Namun solusi Rasulullah begitu sederhana, yaitu tenangkan hati dan yakin bahwa Allah bersama mereka. Kisah ini diabadikan Al-Quran dalam Surat At-Taubah ayat 40,
إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا
Ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengusirnya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya, "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan sakinah (ketenangan) kepadanya dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.
Pada akhirnya, Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar tiba di Madinah dengan selamat. Alangkah besarnya pelajaran yang dapat kita petik dari ayat di atas. Ternyata solusi dari permasalahan kita adalah keluar dari bangku rollercoaster dan duduklah di bangku taman dengan sakinah. Sesederhana itu.
Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
Setiap orang pasti diuji dengan musibah. Karena dunia adalah negeri ujian (darul bala), sedangkan akhirat adalah negeri balasan (darul jaza). Bahkan pada satu titik tertentu, kita terkadang tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi musibah tersebut.
Jika apa yang sedang kita hadapi itu sudah demikian kalut, maka ingatlah prinsip rollercoaster berikut ini. Bayangkan ada sebuah taman yang asri dan indah. Di tengah-tengah taman nan elok itu terdapat sebuah bangku bagi mereka yang hendak duduk menikmati hijaunya taman.
Sedangkan di taman itu juga ada wahana rollercoaster yang sangat menegangkan. Apabila kita duduk di atas bangku rollercoaster dapatkah kita menyaksikan keindahan taman? Tentu saja tidak, karena dengan kecepatan laju hingga 360 km/jam yang ada hanya kalut, ngeri, dan menegangkan.
Dalam perumpamaan di atas, rollercoaster adalah masalah yang kita hadapi. Sedangkan taman adalah solusinya. Jika kita terus saja duduk di bangku rollercoaster, (dalam arti terus saja memikirkan masalah), maka tak mungkin kita bisa melihat taman. Artinya, tak mungkin melihat solusi.
Agar solusi bisa kelihatan, maka kita harus duduk di bangku taman, bukan di bangku rollercoaster. Artinya, kita harus tenang, damai, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.
Demikianlah, ternyata pertolongan Allah hadir setelah adanya ketenangan (sakinah). Filosofi rollercoaster ini yang diajarkan guru kita, Ustaz Nasrullah, dalam buku beliau Rahasia Magnet Rezeki.
Bahwa ketenangan adalah awal dari pertolongan Allah bersumber dari kisah Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar saat bersembunyi di gua Tsur dalam perjalanan hijrah.
Sahabat Abu Bakar begitu kalut dengan situasi itu, khawatir para pengejar akan mengetahui keberadaan mereka. Namun solusi Rasulullah begitu sederhana, yaitu tenangkan hati dan yakin bahwa Allah bersama mereka. Kisah ini diabadikan Al-Quran dalam Surat At-Taubah ayat 40,
إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا
Ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengusirnya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya, "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan sakinah (ketenangan) kepadanya dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.
Pada akhirnya, Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar tiba di Madinah dengan selamat. Alangkah besarnya pelajaran yang dapat kita petik dari ayat di atas. Ternyata solusi dari permasalahan kita adalah keluar dari bangku rollercoaster dan duduklah di bangku taman dengan sakinah. Sesederhana itu.
Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
❤2