Nasrullah - Magnet Rezeki
74.2K subscribers
4.27K photos
795 videos
51 files
2.07K links
Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah.

Ilmunya ada di AUDIO. Kumpulan audionya di: https://telegram.me/audiomagnetrezeki

Ilmunya jg ada di TESTIMONI 2-nya.

Channel ini tdk ada hubungannya dgn crypto2, money game dll. Mhn hati2 dgn iklan yg tdk baik
Download Telegram
Ini acara panggung utama IBF. Sampai ktemu Ahad, 22 april ya, In Syaa Allah
1
Ada ust Abdul Shomad juga lho di IBF. Datang ya... plus doakan agar semua stand2 di IBF, pengisi kegiatannya, panitianya, dimuliakan dan diberkahi Allah.
1
Mau jadi Syirkah Warrior?
Dan berpeluang punya penghasilan
Jutaan perbulan?

Nantikan Workshop Syirkah Warrior
Angkatan kedua

1-2 Mei 2018
Lokasi : sekitar jabodetabek
1
Video Launching Koperasi Magnet Rezeki. Sebarkan ya... smg jadi kabar gembira bagi yang mau menjadi Tuan di Negeri Sendiri

https://www.youtube.com/watch?v=-pEZmT2bgiw&feature=youtu.be
1
*JADWAL PRIVATE CLASS
MAGNET REZEKI MEI 2018*

● Tgl 5 Mei 2018
* Bekasi hub : 085717194530

● Tgl 6 Mei 2018
* Surabaya hub : 087780733964

● Tgl 8 Mei 2018
* Lampung Hub : bit.ly/MR-Lampung

● Tgl 10 Mei 2018
* Lombok Hub : bit.ly/MR-Lombok

● Tgl 12 Mei 2018
* Depok. Hub : bit.ly/MR-Depok
* Jakarta Hub : 085717194530

*Tgl 12 Mei 2018
Palu, Sulteng Hub : 082290309075


● Tgl 13 Mei 2018
* Tangerang : bit.ly/MR-Tangerang

* yogyakarta hub :
08122953547/bit.ly/2HabHCG

● Tgl 19 Mei 2018
* Jakarta hub 085717194530

● Tgl 20 Mei 2018
* Bandung Hub : bit.ly/MR-Bandung
1
Ini Eflyer Para trainer kami yg mengadakan Private Class...

yg mau mendalami materi magnet rezeki namun blm ada waktu 3 hari ikut camp, silahkan ikut private class nya

Smg berkah dan manfaat
1
Lihat tanggal2 nya ya... beda2
1
Yg mau umroh dengan saya, silahkan ya... In Syaa Allah tgl 14-21 mei 2018
1
BIRRUL WALIDAIN YG SEBENARNYA

Hampir 2,5 th terakhir saya hijrah bahkan saya mewaqafkan diri mengajak orang orang untuk turut berhijrah baik yg saya kenal sebelumnya ataupun yang baru saya jumpai.

Melalui berbagai training/workshop juga kajian komunitas dimana saya terlibat sbg pengurus di dalamnya, mungkin jumlahnya bisa mencapai ribuan orang yang telah terbuka hatinya untuk kembali pada Allah. Qodarullah...sebagian besar dari mereka mengaku telah dikabulkan do'anya. Dengan kata lain Masalah terbesar mereka selesai.

Anehnya, kenapa justru masalah saya sendiri belum Allah selesaikan? Saya merasa ada yang salah pada diri saya selama ini.

Akhir akhir ini, saya tergelitik untuk bermuhasabah. Kenapa setelah ikut camp 8 kemaren hati saya gelisah. Saya bingung apa penyebabnya.

Saya mencoba memahami lagi materi RMR. Saya kaji bab *Sabar pada tumbukan pertama* kemudian saya hubungkan dengan *spiritual meter* lalu saya berusaha istiqomah melakukan Garputala tiap menghadapi konflik batin atau 'ancaman' dari luar. Semuanya kegelisahan saya tercatat dalam diary Garputala yang kini seolah menjadi 'teman baru' yang setia menampung curhat saya.
Singkat cerita, seminggu yang lalu ada kejadian lucu yang saya alami.

Ketika saya dalam perjalanan menuju sekolah anak, tiba-tiba saya melihat ada _ulat bulu_ melenggang santai di gamis yang saya kenakan. Entah darimana asalnya. Tau-tau _dia_ sudah nemplok dan saya langsung histeris. Saya minta tlg suami yang sedang nyetir utk mengambil ulat bulu itu. Bukannya diambil malah disentil. Akhirnya ulat itu mental entah kemana. Melihat ulat itu sudah tidak di depan mata saya makin cemas, Jangan-jangan _dia_ hanya pindah ke bagian lain gamis saya saja. Karena posisi di dalam mobil rasanya tidak mungkin _dia_ bisa keluar begitu saja.

Saya menangis hampir 40 menit hingga tubuh saya kejang. Saya cerita ke suami, bahwa saya punya trauma dg ulat bulu ketika usia 5 th ditakut-takuti oleh ibu saya.

Kemudian suami dibantu teman membantu saya untuk menghilangkan trauma tsb dg terapi. Mereka berdua heran kenapa sudah 3x terapi ketakutan saya tak juga hilang.

Setelah kondisi relaks saya berkisah bahwa, sejak kecil usia 9 th saya ditinggal kedua orang tua. Hingga saya mengalami kesulitan makan. Singkatnya, saya menjalani hidup tanpa didikan dan kasih sayang bapak/ibu. Saya kelaparan, tak pernah diambilkan raport, tak bisa kuliah, padahal predikat ranking 1 selalu saya raih. Saya berusaha mencari jati diri hingga saat saya menikah dan anak pertama saya berumur 13 hari, saya dipertemukan dg ibu saya. Dalam kondisi beliau sakit keras. Komplikasi. Kondisi fisik dan psikisnya sangat memprihatinkan. Beliau ditinggalkan oleh suami keduanya. Hartanya habis. Kasusnya mungkin sama ketika ibu saya dipoligami bapak saya.

Saya sempat punya trauma mendalam dg laki laki dan pernah mengatakan takut menikah.

Sejak itu, ibu tinggal bersama saya. Hingga kini terhitung 12 tahun lamanya.

Teman saya yg bantu terapi itu bertanya, "sejak ibu tinggal dg mbak dessy bagaimana perkembangan usaha mbak dessy?"

Saya jawab, "Selalu berakhir dengan kebangkrutan."

Teman saya itu kaget.

Lalu saya balik nanya, "Kenapa ya pak, saya sudah ikut seminar dan kajian kesana kemari pun telah mengamalkan apa yang disampaikan dalam majelis tersebut namun masalah saya belum tuntas?"

Teman saya menjawab, "Mbak dessy punya dendam kah sama ibu?"

Saya jawab, "Enggak kok."

Beliau lanjut bertanya, "Mbak dessy bisa memeluk ibu?"

"Tidak pernah." kata saya

Bahkan ketika teman teman saya selalu bilang, "Luar biasa ya mbak dessy, bisa merawat ibunya yg sakit hingga 12 th. Benar benar surga di depan mata."

Sedikit pun hati saya tidak merasakan apa apa.

Sepulang dari camp RMR saya mencoba mencari kenapa selama ibu tinggal dengan saya, saya tidak bisa berlemah lembut dg beliau. Semua terlihat salah di mata saya. Semua terlihat menjemukan. Apa yg saya lakukan untuk beliau bukan atas dasar perasaan tulus dan kasih sayang. Melainkan, hanya karena