BAHAGIA TANPA SYARAT
“Pak Nas, yang sabar ya, In Syaa Allah nanti juga punya anak mantu laki-laki”
“Semangat terus pak Nas, lanjut terus sampai dapat anak lelaki”
“Allah itu ganjil pak Nas, tambahin dong anaknya jadi tujuh, mudah2an yang ketujuh lelaki.. aamiin”
Ini beberapa komentar yang mencoba menakar rasa bahagia saya hari ini.
Unik ya...
Mungkin “ukuran bahagia” bagi sebagian besar orang adalah jika punya anak lelaki. Atau seimbang antara anak lelaki dan perempuan.
Lalu saya yang punya anak ke-enamnya adalah perempuan, dianggap kurang beruntung.
Dalam kondisi seperti ini, kelihatannya kita tetap berusaha positif thinking, tapi hakikatnya “denial” atau menyangkal nikmat Allah.
Dalam Islam, “bahagia itu tanpa syarat”.
Karena sebagian kita bahagianya itu pakai syarat.
- yang jomblo, akan bahagia “nanti” kalau sudah menikah
- yang ga punya anak, akan bahagia “nanti” kalau sudah punya anak
- yang ga punya anak perempuan, akan bahagia, “nanti” kalau punya anak perempuan
- yang ga punya kerjaan, akan bahagia, “nanti” kalau punya kerja
Daaaan seterusnya.
Saat syarat sebuah kebahagiaan sudah tercapai, maka akan ada syarat baru atas tekad bahagia yang lain.
Lalu, bahagianya kapan? Ga akan pernah bahagia, karena kita berikan syarat atas kebahagiaan kita.
Cara bahagia itu adalah menemukan nilai positif bukan “nanti” tapi “saat ini juga”
Saya misalnya, dititip oleh Allah enam anak perempuan. Saya menemukan bahagia pada hadits Nabi saw, bahwa “seorang yang dititipi amanah anak perempuan dua atau tiga lalu menjaganya dengan baik, maka jaminan syurga”
Nah, saya sudah bahagia dengan hadits Nabi tersebut, saya tatap wajah anak2 saya dgn bahagia, krn mereka jaminan syurga bagi saya, tanpa harus menunggu anak ke tujuh, atau menantu yang nanti akan hadir.
Dalam alam bawah sadar, akan ada energi tak bagus juga jika kita kasih syarat.
Anak saya yang keenam putri itu akan merasa bahwa saya tidak mengharapkan kehadiran mereka. Akan terpancar energi “sebenarnya saya pengennya lelaki”. Betapa kasihan anak2 saya.
Tidak, saya tidak lagi memberikan syarat atas kebahagiaan saya. Agar saya bahagia sekarang juga dan selamanya.
Bagaimana dengan Anda? Masih ada syarat untuk bahagia anda? ☺️
“Pak Nas, yang sabar ya, In Syaa Allah nanti juga punya anak mantu laki-laki”
“Semangat terus pak Nas, lanjut terus sampai dapat anak lelaki”
“Allah itu ganjil pak Nas, tambahin dong anaknya jadi tujuh, mudah2an yang ketujuh lelaki.. aamiin”
Ini beberapa komentar yang mencoba menakar rasa bahagia saya hari ini.
Unik ya...
Mungkin “ukuran bahagia” bagi sebagian besar orang adalah jika punya anak lelaki. Atau seimbang antara anak lelaki dan perempuan.
Lalu saya yang punya anak ke-enamnya adalah perempuan, dianggap kurang beruntung.
Dalam kondisi seperti ini, kelihatannya kita tetap berusaha positif thinking, tapi hakikatnya “denial” atau menyangkal nikmat Allah.
Dalam Islam, “bahagia itu tanpa syarat”.
Karena sebagian kita bahagianya itu pakai syarat.
- yang jomblo, akan bahagia “nanti” kalau sudah menikah
- yang ga punya anak, akan bahagia “nanti” kalau sudah punya anak
- yang ga punya anak perempuan, akan bahagia, “nanti” kalau punya anak perempuan
- yang ga punya kerjaan, akan bahagia, “nanti” kalau punya kerja
Daaaan seterusnya.
Saat syarat sebuah kebahagiaan sudah tercapai, maka akan ada syarat baru atas tekad bahagia yang lain.
Lalu, bahagianya kapan? Ga akan pernah bahagia, karena kita berikan syarat atas kebahagiaan kita.
Cara bahagia itu adalah menemukan nilai positif bukan “nanti” tapi “saat ini juga”
Saya misalnya, dititip oleh Allah enam anak perempuan. Saya menemukan bahagia pada hadits Nabi saw, bahwa “seorang yang dititipi amanah anak perempuan dua atau tiga lalu menjaganya dengan baik, maka jaminan syurga”
Nah, saya sudah bahagia dengan hadits Nabi tersebut, saya tatap wajah anak2 saya dgn bahagia, krn mereka jaminan syurga bagi saya, tanpa harus menunggu anak ke tujuh, atau menantu yang nanti akan hadir.
Dalam alam bawah sadar, akan ada energi tak bagus juga jika kita kasih syarat.
Anak saya yang keenam putri itu akan merasa bahwa saya tidak mengharapkan kehadiran mereka. Akan terpancar energi “sebenarnya saya pengennya lelaki”. Betapa kasihan anak2 saya.
Tidak, saya tidak lagi memberikan syarat atas kebahagiaan saya. Agar saya bahagia sekarang juga dan selamanya.
Bagaimana dengan Anda? Masih ada syarat untuk bahagia anda? ☺️
❤2
Alhamdulillah sedang berlangsung TFT angkatan 4, saling doa ya, agar lebih banyak org yg rezekinya berkah dengan wasilah ilmu MR ini
❤1
Alhamdulillah acara TFT disertai dengan pelantikan pengurus Yayasan Magnet Rezeki Indonesia
Yayasan ini adalah milik para CTMR yang mengorganisasi diri. Berbeda dengan yayasan Khoirur Rooziqiin yang sudah berjalan.
Yayasan ini adalah milik para CTMR yang mengorganisasi diri. Berbeda dengan yayasan Khoirur Rooziqiin yang sudah berjalan.
❤1
Alhamdulillah berfoto dgn rapih sekitar 140 peserta. 40 nya dari Malaysia. Luar biasa Alhamdulillah
❤1
MEGA SEMINAR
Insya Allah, langsung dengan saya
Jakarta 10 Maret 2019
Daftar di:
wa.me/+6281311008120
Infaq Normal 600.000
Infaq promo 199.000
Insya Allah, langsung dengan saya
Jakarta 10 Maret 2019
Daftar di:
wa.me/+6281311008120
Infaq Normal 600.000
Infaq promo 199.000
❤1
👆 ini video ajakan utk mega seminar JAKARTA
yuk kita silaturrahim, In Syaa Allah lgsg dengan saya.
Daftar di
wa.me/+6281311008120
yuk kita silaturrahim, In Syaa Allah lgsg dengan saya.
Daftar di
wa.me/+6281311008120
❤1
Ada yg mau UMROH BARENG SAYA?
In Syaa Allah tanggal 02.02.2020
Cukup DP mulai 2,5 juta
Cicilan 2jt per bulan
Berangkat saat lunas.
Mau?
wa.me/+6281298030483
In Syaa Allah tanggal 02.02.2020
Cukup DP mulai 2,5 juta
Cicilan 2jt per bulan
Berangkat saat lunas.
Mau?
wa.me/+6281298030483
❤1
#Testimoni
#Camp
Siapa sy Andi Fitra, seorang cleaning service tks disebuah sekretariat Pemda Tulang Bawang Barat, Lampung.
Menuntut ilmu Magnet Rezeki penuh dg tantangan yang dahsyat. Sy selalu dianggap remeh oleh semua orang karena keterbatasan dalam ekonomi.
Dgn keyakinan dan mhn kpda sang pencipta serta mengamalkan ilmu MR dari audio MR dan buku RMR, terjadi keajaiban Yaitu Rumah Baca Magnet Rezeki TUBABA LAMPUNG dan bisa ikut camp25 di Surabaya.
Semua orang heran termasuk keluarga saya dan sahabat2 sy dengan perjalanan hidup bersama MR. Saya berusaha menyebarluaskan ilmu MR di lingkungan rumah dan tempat kerja tapi tak lh mudah bnyak menganggap sy sesat dan aneh.
Saya berkomitmen suatu saat nanti ilmu MR jaya di Kab. Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Dgn keterbatasan yang saya miliki sy yakin perjuangan menjadi kejayaan bersama sesama Lillahita’ala, tak surut langkahku berjuang walaupun bertatih-taatih.
Salam Santun kepada keluarga camp25 dan Gurunda Nasrullah semoga Allah memuliakan dan membahagiakannya dan berjaya di dunia akhirat.
#Camp
Siapa sy Andi Fitra, seorang cleaning service tks disebuah sekretariat Pemda Tulang Bawang Barat, Lampung.
Menuntut ilmu Magnet Rezeki penuh dg tantangan yang dahsyat. Sy selalu dianggap remeh oleh semua orang karena keterbatasan dalam ekonomi.
Dgn keyakinan dan mhn kpda sang pencipta serta mengamalkan ilmu MR dari audio MR dan buku RMR, terjadi keajaiban Yaitu Rumah Baca Magnet Rezeki TUBABA LAMPUNG dan bisa ikut camp25 di Surabaya.
Semua orang heran termasuk keluarga saya dan sahabat2 sy dengan perjalanan hidup bersama MR. Saya berusaha menyebarluaskan ilmu MR di lingkungan rumah dan tempat kerja tapi tak lh mudah bnyak menganggap sy sesat dan aneh.
Saya berkomitmen suatu saat nanti ilmu MR jaya di Kab. Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Dgn keterbatasan yang saya miliki sy yakin perjuangan menjadi kejayaan bersama sesama Lillahita’ala, tak surut langkahku berjuang walaupun bertatih-taatih.
Salam Santun kepada keluarga camp25 dan Gurunda Nasrullah semoga Allah memuliakan dan membahagiakannya dan berjaya di dunia akhirat.
❤1
Temen2 Jogja memang kreatif... ☺️
Sy diminta mengisi camp dgn baju batik khas jogja plus lengkap dgn blangkonnya.
Jadi punya kesan khusus...
Makasih ya teman2 Jogja yg kuereeen
Sy diminta mengisi camp dgn baju batik khas jogja plus lengkap dgn blangkonnya.
Jadi punya kesan khusus...
Makasih ya teman2 Jogja yg kuereeen
❤1