Banyak yg tanya, kapan saya mengadakan TRAINING SEHARI MAGNET REZEKI.
Sudah ga pernah sebenarnya, krn skrg fokusnya 3 hari.
Tapi ada kalanya sy lakukan mega seminar yg cuma sehari.
Mumpung ada di jakarta, silahkan yang mau memanfaatkan. Tinggal 5 hari lagi.
Sudah ga pernah sebenarnya, krn skrg fokusnya 3 hari.
Tapi ada kalanya sy lakukan mega seminar yg cuma sehari.
Mumpung ada di jakarta, silahkan yang mau memanfaatkan. Tinggal 5 hari lagi.
❤1
#Testimoni
Rai. : Bun tadi kakiku sakit di sekolah kepentok panggung nih lihat bengkak biru birukan??
Bunda. ; kapan dek?
Rai. ; pas jam istirahat tadi bun aku mau nendang bola eh kena tembok sakittttt banget kena tulang keringku lho bun
(Dengan wajah serius dan menahan sakit)
Bunda. : melihat lukanya sambil mengusap usap kakinya
Rai. ; eh bun berarti aku dapat *bungkus permen* dong ya dari Allah yeayyyyyy aku dapat bungkus permen (wajahnya langsung berubah kegirangan spt dia yakin sekali akan dapat sesuatu yang baik)
Bunda. ; wahhhh rai hebat iya betul nak kamu dapat bungkus permen insyaallah sebentar lagi ade pasti akan dapat permennya
Alhamdulillah anak anak sedikit sedikit sudah mulai mengerti ilmu magnet rezeki seneng lihatnya rasanya ademmmmm bgt
Mereka belajar
Mereka mengerti
Bahwasannya setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan
Dan semua itu karena izinnya Allah jadi semua kejadian yg dialami kita adalah baik adanya
Kerennnnn good job rai🤙🏻😍
Rai. : Bun tadi kakiku sakit di sekolah kepentok panggung nih lihat bengkak biru birukan??
Bunda. ; kapan dek?
Rai. ; pas jam istirahat tadi bun aku mau nendang bola eh kena tembok sakittttt banget kena tulang keringku lho bun
(Dengan wajah serius dan menahan sakit)
Bunda. : melihat lukanya sambil mengusap usap kakinya
Rai. ; eh bun berarti aku dapat *bungkus permen* dong ya dari Allah yeayyyyyy aku dapat bungkus permen (wajahnya langsung berubah kegirangan spt dia yakin sekali akan dapat sesuatu yang baik)
Bunda. ; wahhhh rai hebat iya betul nak kamu dapat bungkus permen insyaallah sebentar lagi ade pasti akan dapat permennya
Alhamdulillah anak anak sedikit sedikit sudah mulai mengerti ilmu magnet rezeki seneng lihatnya rasanya ademmmmm bgt
Mereka belajar
Mereka mengerti
Bahwasannya setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan
Dan semua itu karena izinnya Allah jadi semua kejadian yg dialami kita adalah baik adanya
Kerennnnn good job rai🤙🏻😍
❤2
Alhamdulillah baru saja mengisi Materi Magnet Rezeki di acara Isro Mi’raj SMA 5 Karawang
❤1
GARPU TALA MEMILIH PRESIDEN
1. Lakukan sungguh2 di malam tahajjud
2. Niatkan memilih adalah amal sholeh
3. Serahkan ke Allah pilihan kita, jangan gunakan fikiran kita sendiri
4. Setelah sholat, lakukan self talk masing2 utk setiap pasangan 01 atau 02
5. Utk 01: ya Allah titipkan ayat kepadaku, apakah mrk pantas aku pilih
6. Utk 02: ya Allah titipkan ayat kepadaku, apakah mrk pantas aku pilih
7. Hormati pilihan teman yg berbeda
8. Doakan Indonesia menjadi negara yg dijaga oleh Allah
1. Lakukan sungguh2 di malam tahajjud
2. Niatkan memilih adalah amal sholeh
3. Serahkan ke Allah pilihan kita, jangan gunakan fikiran kita sendiri
4. Setelah sholat, lakukan self talk masing2 utk setiap pasangan 01 atau 02
5. Utk 01: ya Allah titipkan ayat kepadaku, apakah mrk pantas aku pilih
6. Utk 02: ya Allah titipkan ayat kepadaku, apakah mrk pantas aku pilih
7. Hormati pilihan teman yg berbeda
8. Doakan Indonesia menjadi negara yg dijaga oleh Allah
❤1
❤1
+ Pak Nas, Kenapa sih harus garpu tala utk milih presiden? Saya udah mantep koq dgn pilihan saya
- Mmm... gini... kadang fikiran kita menipu. Informasi juga banyak bersileweran ga jelas. Ulama juga dihadap2kan. Kalau rakyat bentrok biasa. Ini udah ustadz, ulama, yg dihadap2kan. Bentrok sih ga. Cuma dampaknya itu lho...
Baru kali ini sepertinya kondisi begini. Tapi ga perlu dijeruk nipisi... semua sudah sempurna.
Nah, maka daripada fikiran diombang ambing dengan informasi yang belum tentu valid, maka mengandalkan Al-Qur’an malah menjadi pilihan terbaik. Di suasana tahajjud yang hening. Saat Allah paling dekat. Kan cakep tuh.
Setelah dapat jawaban ya sudah, simpan itu dalam hati, lalu doakan yang terbaik bagi bangsa kita. Hati dibuat tenang, lalu fokus ke kerja2 kreatif dan amal sholeh kita.
Saya sebelumnya juga udah punya pilihan, tapi saat melakukan garpu tala, hati jadi tenaaaang banget. Kayak dijawab sama Allah gitu. Saya jadi ga perlu lagi ngikutin berita. Wong, udah Allah pilihin jawaban.
Fikiran jadi fresh, bisa melakukan banyak hal lagi. Sebelumnya.. wah... saya banyak kepo-in berita2.... skrg udah tenang. Mau fokus nulis lagi dan berkarya lagi.
Gitu ya...
+ Kalau pak Nas, garpu talanya apa?
- Mmm rahasia ya... masing2 kerjain sendiri aja. Enak koq, malah jadi deket sama Al-Qur’an. Melakukannya sesuai urutan yg sy kasih ya.
Jadi antara satu ayat dan ayat kedua dibandingkan. Pilih yg lebih optimistic.
Udah gitu ya... selamat mendoakan Indonesia 🇮🇩 🙏
- Mmm... gini... kadang fikiran kita menipu. Informasi juga banyak bersileweran ga jelas. Ulama juga dihadap2kan. Kalau rakyat bentrok biasa. Ini udah ustadz, ulama, yg dihadap2kan. Bentrok sih ga. Cuma dampaknya itu lho...
Baru kali ini sepertinya kondisi begini. Tapi ga perlu dijeruk nipisi... semua sudah sempurna.
Nah, maka daripada fikiran diombang ambing dengan informasi yang belum tentu valid, maka mengandalkan Al-Qur’an malah menjadi pilihan terbaik. Di suasana tahajjud yang hening. Saat Allah paling dekat. Kan cakep tuh.
Setelah dapat jawaban ya sudah, simpan itu dalam hati, lalu doakan yang terbaik bagi bangsa kita. Hati dibuat tenang, lalu fokus ke kerja2 kreatif dan amal sholeh kita.
Saya sebelumnya juga udah punya pilihan, tapi saat melakukan garpu tala, hati jadi tenaaaang banget. Kayak dijawab sama Allah gitu. Saya jadi ga perlu lagi ngikutin berita. Wong, udah Allah pilihin jawaban.
Fikiran jadi fresh, bisa melakukan banyak hal lagi. Sebelumnya.. wah... saya banyak kepo-in berita2.... skrg udah tenang. Mau fokus nulis lagi dan berkarya lagi.
Gitu ya...
+ Kalau pak Nas, garpu talanya apa?
- Mmm rahasia ya... masing2 kerjain sendiri aja. Enak koq, malah jadi deket sama Al-Qur’an. Melakukannya sesuai urutan yg sy kasih ya.
Jadi antara satu ayat dan ayat kedua dibandingkan. Pilih yg lebih optimistic.
Udah gitu ya... selamat mendoakan Indonesia 🇮🇩 🙏
❤1
Alhamdulillah baru saja launching KUTTAB KHOIRUR ROOZIQIIN (setara SD). Mohon doanya smg bisa menjadi jalan kemuliaan bagi anak2 murid yg belajar sekolah ini.
Ini menjadi batu fondasi kami masuk pendidikan formal, menanam kurikulum Magnet Rezeki.
Ini menjadi batu fondasi kami masuk pendidikan formal, menanam kurikulum Magnet Rezeki.
❤1
TAHAJJUD CINTA
By Nasrullah
“Pak Nas ketemu istri di mana?” Tanya seorang sahabat yang penasaran dengan kisah pernikahan kami.
“Dalam tahajjud” jawab saya singkat.
“Wuih, gmn ceritanya itu pak Nas?” Tanyanya penasaran. Ya pasti penasaran, koq ketemu istri dalam tahajjud.
Akhirnya saya ceritakan kisah cinta kami. Bermula dari istri saya yang mengikuti training luar kota (biasa kami sebut dengan dauroh). Saat malam tahajjud dia merasakan sensasi tahajjud yang belum pernah dia rasakan seumur hidup. Imam yang membacakan ayat membuat firman Allah itu tertanam kuat dalam sekujur tubuhnya.
Lalu, energi cinta itu mulai Allah tanam. Cinta dengan tahajjud tentunya. Setelah itu Istri saya sangat menanti momen tahajjud.
Tapi, ada efek samping. Dia penasaran dengan imam yang membacakan ayat “berirama syurga” itu. (Ehm.., tentu itu bahasa istri saya. Karena dia memang jatuh cinta dengan bacaannya. Namanya jatuh cinta, yaaa seringnya lebay... saya tetap cool 😎)
Dan, benar. Imam itu adalah saya.
Saya juga tidak mengetahui siapa yang menjadi makmum. Tidak juga menyangka salah satu makmum itu akan menjadi “pasangan syurga” saya. Allah mengatur semuanya dengan indah. Hingga kami ke pelaminan.
Tapi, jalannya tidak mulus. Kami dibatasi oleh akhlaq mulia penghafal Al-Qur’an. Kami tidak pernah bertemu. Tidak pernah tatap muka. Hanya mendengar suara dan curi2 pandang. Tapi, entah kenapa... rajutan cinta itu tersusun manis dan haluuus selama 2 tahun. Unik kan. Tidak bertemu, namun terjalin cinta.
Di saat rasa cinta itu memuncak dan saya mulai punya keberanian menyatakannya, guru mengaji kami memutuskannya secara sepihak. Kami harus bertaubat nasuha. Kami tak boleh bertemu, mendengar suara, dan harus memurnikan cinta hanya kepada Allah.
Masa-masa berat remaja yang mabuk cinta, kami alami. Tapi mabuk itu kami lampiaskan pada tahajjud dan puasa daud. Hingga Allah mengizinkan kami membunuh rasa cinta itu. Dan cinta itu... terkapar mati.
2 tahun menjalin cinta. 2 tahun membunuh cinta. Dan saat tidak ada lagi cinta, Allah rancang pernikahan itu dengan izin-Nya.
“Mi, izin ya... kisah ini saya novelkan” rajuk saya pada istri. “Yaaa abiiii.... maluuuu....” jawab istri saya.
“Ehm... gini” saya merancang argumentasi “remaja saat ini seperti tidak punya teladan. Malahan Dilan yang kisah cintanya jadi rujukan remaja. Padahal banyak nilai yang bertentangan dengan agama”
“Siapa tahu kalau beruntung, kisah cinta kita ini bisa jadi inspirasi bagi remaja utk dapatkan cinta yang bersih karena Allah. Ya kita buat alternatifnya deh...” sambil saya perhatikan raut wajahnya... “pliiiiis...”
“Ya bismillah deh bi...”
Yessss... langsung saja saya kontak mba Mia Chuzaimah, penulis Novel yang biasa bikin baper pembacanya, untuk kolaborasi. Saya raih diary istri saya yang berisi curahan hatinya akan saya, diberikan pada mba Mia untuk dikuras isinya menjadi Novel.
So... jadilah Novel ini...
Based on my true story
RANIA
Lantunan Cinta di Sepertiga Malam
Nantikan Launching nya
By Nasrullah
“Pak Nas ketemu istri di mana?” Tanya seorang sahabat yang penasaran dengan kisah pernikahan kami.
“Dalam tahajjud” jawab saya singkat.
“Wuih, gmn ceritanya itu pak Nas?” Tanyanya penasaran. Ya pasti penasaran, koq ketemu istri dalam tahajjud.
Akhirnya saya ceritakan kisah cinta kami. Bermula dari istri saya yang mengikuti training luar kota (biasa kami sebut dengan dauroh). Saat malam tahajjud dia merasakan sensasi tahajjud yang belum pernah dia rasakan seumur hidup. Imam yang membacakan ayat membuat firman Allah itu tertanam kuat dalam sekujur tubuhnya.
Lalu, energi cinta itu mulai Allah tanam. Cinta dengan tahajjud tentunya. Setelah itu Istri saya sangat menanti momen tahajjud.
Tapi, ada efek samping. Dia penasaran dengan imam yang membacakan ayat “berirama syurga” itu. (Ehm.., tentu itu bahasa istri saya. Karena dia memang jatuh cinta dengan bacaannya. Namanya jatuh cinta, yaaa seringnya lebay... saya tetap cool 😎)
Dan, benar. Imam itu adalah saya.
Saya juga tidak mengetahui siapa yang menjadi makmum. Tidak juga menyangka salah satu makmum itu akan menjadi “pasangan syurga” saya. Allah mengatur semuanya dengan indah. Hingga kami ke pelaminan.
Tapi, jalannya tidak mulus. Kami dibatasi oleh akhlaq mulia penghafal Al-Qur’an. Kami tidak pernah bertemu. Tidak pernah tatap muka. Hanya mendengar suara dan curi2 pandang. Tapi, entah kenapa... rajutan cinta itu tersusun manis dan haluuus selama 2 tahun. Unik kan. Tidak bertemu, namun terjalin cinta.
Di saat rasa cinta itu memuncak dan saya mulai punya keberanian menyatakannya, guru mengaji kami memutuskannya secara sepihak. Kami harus bertaubat nasuha. Kami tak boleh bertemu, mendengar suara, dan harus memurnikan cinta hanya kepada Allah.
Masa-masa berat remaja yang mabuk cinta, kami alami. Tapi mabuk itu kami lampiaskan pada tahajjud dan puasa daud. Hingga Allah mengizinkan kami membunuh rasa cinta itu. Dan cinta itu... terkapar mati.
2 tahun menjalin cinta. 2 tahun membunuh cinta. Dan saat tidak ada lagi cinta, Allah rancang pernikahan itu dengan izin-Nya.
“Mi, izin ya... kisah ini saya novelkan” rajuk saya pada istri. “Yaaa abiiii.... maluuuu....” jawab istri saya.
“Ehm... gini” saya merancang argumentasi “remaja saat ini seperti tidak punya teladan. Malahan Dilan yang kisah cintanya jadi rujukan remaja. Padahal banyak nilai yang bertentangan dengan agama”
“Siapa tahu kalau beruntung, kisah cinta kita ini bisa jadi inspirasi bagi remaja utk dapatkan cinta yang bersih karena Allah. Ya kita buat alternatifnya deh...” sambil saya perhatikan raut wajahnya... “pliiiiis...”
“Ya bismillah deh bi...”
Yessss... langsung saja saya kontak mba Mia Chuzaimah, penulis Novel yang biasa bikin baper pembacanya, untuk kolaborasi. Saya raih diary istri saya yang berisi curahan hatinya akan saya, diberikan pada mba Mia untuk dikuras isinya menjadi Novel.
So... jadilah Novel ini...
Based on my true story
RANIA
Lantunan Cinta di Sepertiga Malam
Nantikan Launching nya
❤1