#Testimoni
#Dahsyat
Makasih pak nas
Makasih. Makasih
MOBIL GRATIS
Saya cerita ke bunda dwi purhayati beliau yang memaksa saya ke arah kebaikan. Saya dikenalkan dengan ilmu magnet rejeki. Saya curhat bunda depe panggilan bunda dwi purhayati.
Bunda bantu kami cari donatur mobil buat yayasan berkas bersibar abadi.
Bunda depe tersenyum dan menggiatkan agar saya menggunakan cara rahasia magnet rejeki. Sambil berpesan kalau sudah pantas yayasan berkas bersinar abadi memiliki mobil pasti akan datang dengan sendirinya.
Saya cukup bilang pengen mobil lewat dunia quantum. Ilmu magnet rejeki.
Bener bener... hanya dalam waktu kurang dari 5 bulan. Tiba tiba ada seseorang menelpon saya mau bersedekah mobil avansa buat yayasan berkas bersinar abadi.
Luar biasa
SATU DAN TERHUBUNG
kita akan dihubungkan oleh ALLAH SWT dengan orang orang yang searah se tujuan dengan kita
MAGNET REZEKI
WOW KEREN
Dengan ilmu garputala yang wow keren dam dibuktikan temen temen diyayasan berkas bersinar alhamdulillah temen temen banyak yang IKUT CTMR
#Dahsyat
Makasih pak nas
Makasih. Makasih
MOBIL GRATIS
Saya cerita ke bunda dwi purhayati beliau yang memaksa saya ke arah kebaikan. Saya dikenalkan dengan ilmu magnet rejeki. Saya curhat bunda depe panggilan bunda dwi purhayati.
Bunda bantu kami cari donatur mobil buat yayasan berkas bersibar abadi.
Bunda depe tersenyum dan menggiatkan agar saya menggunakan cara rahasia magnet rejeki. Sambil berpesan kalau sudah pantas yayasan berkas bersinar abadi memiliki mobil pasti akan datang dengan sendirinya.
Saya cukup bilang pengen mobil lewat dunia quantum. Ilmu magnet rejeki.
Bener bener... hanya dalam waktu kurang dari 5 bulan. Tiba tiba ada seseorang menelpon saya mau bersedekah mobil avansa buat yayasan berkas bersinar abadi.
Luar biasa
SATU DAN TERHUBUNG
kita akan dihubungkan oleh ALLAH SWT dengan orang orang yang searah se tujuan dengan kita
MAGNET REZEKI
WOW KEREN
Dengan ilmu garputala yang wow keren dam dibuktikan temen temen diyayasan berkas bersinar alhamdulillah temen temen banyak yang IKUT CTMR
β€1π1
Siapkan diri semua ya. Wajib memilih. Siapapun pilihannya, jangan golput. Harus memilih. Kita sama2 berdoa yang terbaik untuk bangsa ini.
β€1
Yuk silaturrahim dan belajar lagi...
Ini Mega Seminar penutup sebelum Ramadhan tahun ini
Daftar di : wa.me/6281310104438
Ini Mega Seminar penutup sebelum Ramadhan tahun ini
Daftar di : wa.me/6281310104438
β€1
Assalammualaikum
Ini sharing dr Ibu Angelique Ka atas kepergian putranya ananda Ryu Faturrahman
Ibu Angelique melakukan garputala sebelum kepergian putranya
saya dapatkan dr FB beliau
Semoga bermanfaat
Jumat, 2 Maret 2019.
15:13 WIB
Tiba-tiba ponsel bergetar. Aku lihat nama di layar "Kak Ryu".
"Iya bang.. Ada apa kak ?".
"Ryu sakit bu. Ini mau dianter temen berobat ke klinik".
"Iya kak. Kasih kabar ibu ya".
"Iya bu".
18:30 WIB
"Bu kata dokter Ryu amandel, kalau masih kurang baik besok ke Rumah Sakit periksa".
"Iya kak. Besok kalau ibu gak ke Depok kita pulang aja berobat disini".
19:35 WIB
"Bu pengen pulang gak enak banget badannya".
"Iya besok ibu jemput ya kak, malam gini di sini gak ada bis yang kesana".
"Iya bu pokoknya pengen pulang, pengen berobat, pengen di cek seluruh badan biar tahu kakak ini sakit apa sebenarnya".
"Iya kak, sabar ya banyak berdoa".
Sabtu, 2 Maret 2019
08:24 WIB
"Bu jadi jemput kan ?".
"Iya kak, jam 10 telatnya ibu berangkat dari sini".
Palabuhanratu - Bogor - Depok.
Dengan bis MGI dan KRL kami, di perjalanan terakhir aku bersamanya.
__________________________________________________________
Mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan bukanlah sebuah keinginan.
Tetapi menjadi pribadi yang sabar dan memiliki ridho atas Qodho dan Qodar adalah sebuah keharusan dan pilihan.
Sebagai seorang ibu pasti akan sangat tidak senang ketika anaknya sedang dalam keadaan tidak sehat.
Hari ke-4 setelah melihat ananda Ryu anak pertama laki-laki satu-satunya yang sedang kurang sehat saya bawa dia ke klinik untuk pengobatan, disini sebuah keharusan untuk meminta rujukan dari faskes yang terdaftar untuk dirujuk ke rumah sakit.
Ananda Ryu ketika di klinik dengan nafas yang tidak teratur dan detak jantung yang sepertinya sedang berlari didiagnosa amandel dengan infeksi menyebar dibagian dalam.
Namun semalam setelah di rawat inap disana dia tidak ada perubahan dan merasa nafas semakin tidak lapang dan tidak nyaman.
Dalam hati ketika melihatnya "Apa yang terjadi ya Allah? Apa yang harus saya lakukan?".
Kemudian mata tertuju kepada buku Magnet Rezeki yang selalu saya bawa dan teringat dengan ilmu garputala (tadabbur bil quran) di dalamnya.
Kemudian saya ambil wudhu dikarenakan saya sedang tidak dalam keadaan suci, saya memohon langsung tidak dengan shalat dahulu.
"Bismillahirohmairrohiim.. Ya Allah tidak ada daya dan kekuatan yang hamba miliki selain berasal dari-Mu, hamba memohon petunjuk-Mu dengan ayat yang Engkau tunjukan kepadaku untuk mengetahui apa yang sedang terjadi terhadap ananda?"..
Bismillah.. Kemudian terbukalah ayat pertama QS Yusuf ayat 74..
("Mereka berkata : "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta?").
Dan saya melihat ayat sebelum dan sesudahnya, QS Yusuf ayat 73 dan 75.
Terlebih lagi setelah melihat ayat 75 ya Allah dengan ketidaktahuan semakin hati ini tidaklah paham dengan maksud dari ayat tersebut.
Dengan perasaan tidak tenang namun saya berusaha fokus, karena kekurang pahaman diri atas ayat-ayatNya saya kembali buka ayat kedua..
Terbukalah QS Al-Kahfi ayat 4.
(Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : "Allah mengambil seorang anak").
Saya lihat kembali ayat sebelum dan sesudahnya, QS Al-Kahfi dari ayat 1-10.
Dahsyaaattt.. Luaaaarr biasa.. Tubuh seakan tidak memiliki kekuatan., namun dalam hati berkata "hamba ridho ya Allah".
Setelah ayat itu terbuka ananda Ryu semakin kurang baik kondisinya.
Kemudian dokter merujuknya ke rumah sakit terdekat.
Karena dorongan ananda yang selalu bilang "Ibu kakak pengen di cek up total biar ketahuan ada apanya".
Setibanya di IGD ananda diharuskan cek darah. Setelah hasilnya ada, petugas laboratorium berkata, "Bu apakah ibu tahu sakit anaknya apa ?, kira-kira selama ini ibu suka lihat gejala yang bagaimana? Mimisan atau pingsan kah?. Saya cukup terheran karena selama ini ananda tidak pernah menunjukkan gejala-gejala itu, selalin dia kalau kurang sehat sehat suka flu biasa saja.
Ini sharing dr Ibu Angelique Ka atas kepergian putranya ananda Ryu Faturrahman
Ibu Angelique melakukan garputala sebelum kepergian putranya
saya dapatkan dr FB beliau
Semoga bermanfaat
Jumat, 2 Maret 2019.
15:13 WIB
Tiba-tiba ponsel bergetar. Aku lihat nama di layar "Kak Ryu".
"Iya bang.. Ada apa kak ?".
"Ryu sakit bu. Ini mau dianter temen berobat ke klinik".
"Iya kak. Kasih kabar ibu ya".
"Iya bu".
18:30 WIB
"Bu kata dokter Ryu amandel, kalau masih kurang baik besok ke Rumah Sakit periksa".
"Iya kak. Besok kalau ibu gak ke Depok kita pulang aja berobat disini".
19:35 WIB
"Bu pengen pulang gak enak banget badannya".
"Iya besok ibu jemput ya kak, malam gini di sini gak ada bis yang kesana".
"Iya bu pokoknya pengen pulang, pengen berobat, pengen di cek seluruh badan biar tahu kakak ini sakit apa sebenarnya".
"Iya kak, sabar ya banyak berdoa".
Sabtu, 2 Maret 2019
08:24 WIB
"Bu jadi jemput kan ?".
"Iya kak, jam 10 telatnya ibu berangkat dari sini".
Palabuhanratu - Bogor - Depok.
Dengan bis MGI dan KRL kami, di perjalanan terakhir aku bersamanya.
__________________________________________________________
Mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan bukanlah sebuah keinginan.
Tetapi menjadi pribadi yang sabar dan memiliki ridho atas Qodho dan Qodar adalah sebuah keharusan dan pilihan.
Sebagai seorang ibu pasti akan sangat tidak senang ketika anaknya sedang dalam keadaan tidak sehat.
Hari ke-4 setelah melihat ananda Ryu anak pertama laki-laki satu-satunya yang sedang kurang sehat saya bawa dia ke klinik untuk pengobatan, disini sebuah keharusan untuk meminta rujukan dari faskes yang terdaftar untuk dirujuk ke rumah sakit.
Ananda Ryu ketika di klinik dengan nafas yang tidak teratur dan detak jantung yang sepertinya sedang berlari didiagnosa amandel dengan infeksi menyebar dibagian dalam.
Namun semalam setelah di rawat inap disana dia tidak ada perubahan dan merasa nafas semakin tidak lapang dan tidak nyaman.
Dalam hati ketika melihatnya "Apa yang terjadi ya Allah? Apa yang harus saya lakukan?".
Kemudian mata tertuju kepada buku Magnet Rezeki yang selalu saya bawa dan teringat dengan ilmu garputala (tadabbur bil quran) di dalamnya.
Kemudian saya ambil wudhu dikarenakan saya sedang tidak dalam keadaan suci, saya memohon langsung tidak dengan shalat dahulu.
"Bismillahirohmairrohiim.. Ya Allah tidak ada daya dan kekuatan yang hamba miliki selain berasal dari-Mu, hamba memohon petunjuk-Mu dengan ayat yang Engkau tunjukan kepadaku untuk mengetahui apa yang sedang terjadi terhadap ananda?"..
Bismillah.. Kemudian terbukalah ayat pertama QS Yusuf ayat 74..
("Mereka berkata : "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta?").
Dan saya melihat ayat sebelum dan sesudahnya, QS Yusuf ayat 73 dan 75.
Terlebih lagi setelah melihat ayat 75 ya Allah dengan ketidaktahuan semakin hati ini tidaklah paham dengan maksud dari ayat tersebut.
Dengan perasaan tidak tenang namun saya berusaha fokus, karena kekurang pahaman diri atas ayat-ayatNya saya kembali buka ayat kedua..
Terbukalah QS Al-Kahfi ayat 4.
(Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata : "Allah mengambil seorang anak").
Saya lihat kembali ayat sebelum dan sesudahnya, QS Al-Kahfi dari ayat 1-10.
Dahsyaaattt.. Luaaaarr biasa.. Tubuh seakan tidak memiliki kekuatan., namun dalam hati berkata "hamba ridho ya Allah".
Setelah ayat itu terbuka ananda Ryu semakin kurang baik kondisinya.
Kemudian dokter merujuknya ke rumah sakit terdekat.
Karena dorongan ananda yang selalu bilang "Ibu kakak pengen di cek up total biar ketahuan ada apanya".
Setibanya di IGD ananda diharuskan cek darah. Setelah hasilnya ada, petugas laboratorium berkata, "Bu apakah ibu tahu sakit anaknya apa ?, kira-kira selama ini ibu suka lihat gejala yang bagaimana? Mimisan atau pingsan kah?. Saya cukup terheran karena selama ini ananda tidak pernah menunjukkan gejala-gejala itu, selalin dia kalau kurang sehat sehat suka flu biasa saja.
π3β€1
Sambil menuju IGD saya lihat hasilnya yang mencolok leukosit 100.000 lebih dan kemudian diberikan kepada dokter, tiba-tiba kedua dokter dihadapan saya menjadi tidak sepaham, dokter pertama bilang "Ini impossible mungkin tidak tepat hasilnya, lihat kondisi anak!". Dalam hati saya apa yang kurang tepat dengan keadaan nafas yang tidak teratur dan detak jantung yang seperti berlari namun terlihat baik-baik saja". Namun dokter yang kedua mengatakan kemungkinan itu bisa aja..
Kemudian dilakukan cek lab yang kedua, hasilnya masih sama leukosit diatas 100.000 dan trombosit sekitar 19.000 - 20.000..
Kemudian kedua dokter itu terdiam kemudian mereka tidak mengatakan apa-apa selain dengan mata yang nanar menatap saya.
Yaa Allah Astagfirullah apa yang terjadi? Dengan pemahaman saya yang tidak banyak saya membuka google ingin tahu kondisi dari hasil lab tersebut. Dan ternyata saya temukan kata "Leukimia".
Allahu akbar hati semakin tidak kuat, mengingat garputala sebelumnya ternyata ini adalah jawaban dari QS Yusuf tersebut ketikan saya menginginkan jawaban dari Allah melalui Al-Qur'an.
Namun saya berusaha positive thinking positive feeling positive motivation, saya berharap ini mungkin tidak seperti itu.
Karena ananda tidak menunjukkan gejala dari penyakit itu selama ini, ananda terlihat baik-baik saja, tidak ada gejala yang menunjukkan bahwa dua mengalami hasil diagnosa tersebut.
Keesokan harinya dengan kondisi ananda yang sama sebelumnya, dia mengatakan perasaan kurang nyaman dan ingin segera sembuh dan segera kembali ke depok. Di usianya yang 18 tahun menginjak semester pertama di bangku kuliah di universitas swasta fakultas hukum, dia sangat ingin untuk menjalani kewajibannya yang belum sempat terlaksana untuk mengikuti uas dihari terakhir.
Kemudian dokter memanggil dan mengatakan bahwa ananda memang didiagnosa "leukimia" so "need miracle" untuk bisa sembuh, dan mengatakan untuk dirujuk ke rumah sakit tipe B di Sukabumi atau rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung.
Tak kuat mendengar namun hati tidak berdebar karena yakin Allah dengan ayat yang diberikan adalah yang terbaik.
Kemudian dokter meminta kembali ananda untuk cek lab kembali untuk melengkapi keseluruhan diagnosanya.
Sambil menunggu hasil saya berusaha terus menahan agar tidak menangis dihadapan ananda.
Saya ingin anak saya sembuh, tapi saya tidak ingin ikhtiar meronta dengan mengedepankan perasaan sayang dan ketidak tenangan ini dengan memaksa dokter untuk segera dibawa ke rumah sakit yang dimaksud.
"Bismillah ya Allah ijinkan hamba untuk garputala kembali memohon kesembuhannya".
Kembali terbukalah sebuah ayat QS Al-Anbiya ayat 104 :
("(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya").
Dan saya melihat ayat sebelum dan sesudahnya QS Al-Anbiya ayat 103 dan 105. Serasa Allah sedang memeluk dengan perasan sayang, QS Al-Kahfi ayat 4 inilah yg dimaksud-Nya.
Dengan perasaan hati yang tidak utuh tak sadar saya memeluk ananda erat dalam hati berkata "Hamba ridho ya Allah, bila ini memang yang Engkau kehendaki".
Lalu saya mengambil hasil lab ke-3 dibawah tertulis "Leukimia akut ec. susp. AML M5 dd/ AML M4b"
Wooooooww kereeeeeennnn.. Luar biasa Dahsyaaaaaattt...
"Alhamdulillah ala kulli hal.. Ya Allah hamba ridho ya Allah..".
Gemetar seluruh tubuh, serasa Allah cabut tulang dibadan ini, tidak mudah untuk tegak berdiri.
Dan qodarullah setelah berusaha menghubungi ke rumah sakit yang sebelumnya ditunjuk untuk rujukan perawatan kedua rumah sakit tersebut tidak mudah untuk dihubungi.
Selama masih menunggu dengan harapan perawatan ke kedua rumah sakit tersebut jam 8 malam anda mendapatkan tranfusi darah hingga di tetes terakhir yang masuk kedalam tubuhnya sebelum pulang kepada "Pemilik Kekuatan Al-Qur'an" dia berkata sambil tersenyum " "Jangan nangis ibu".
Laa ilaaha illallaah..
Kemudian dilakukan cek lab yang kedua, hasilnya masih sama leukosit diatas 100.000 dan trombosit sekitar 19.000 - 20.000..
Kemudian kedua dokter itu terdiam kemudian mereka tidak mengatakan apa-apa selain dengan mata yang nanar menatap saya.
Yaa Allah Astagfirullah apa yang terjadi? Dengan pemahaman saya yang tidak banyak saya membuka google ingin tahu kondisi dari hasil lab tersebut. Dan ternyata saya temukan kata "Leukimia".
Allahu akbar hati semakin tidak kuat, mengingat garputala sebelumnya ternyata ini adalah jawaban dari QS Yusuf tersebut ketikan saya menginginkan jawaban dari Allah melalui Al-Qur'an.
Namun saya berusaha positive thinking positive feeling positive motivation, saya berharap ini mungkin tidak seperti itu.
Karena ananda tidak menunjukkan gejala dari penyakit itu selama ini, ananda terlihat baik-baik saja, tidak ada gejala yang menunjukkan bahwa dua mengalami hasil diagnosa tersebut.
Keesokan harinya dengan kondisi ananda yang sama sebelumnya, dia mengatakan perasaan kurang nyaman dan ingin segera sembuh dan segera kembali ke depok. Di usianya yang 18 tahun menginjak semester pertama di bangku kuliah di universitas swasta fakultas hukum, dia sangat ingin untuk menjalani kewajibannya yang belum sempat terlaksana untuk mengikuti uas dihari terakhir.
Kemudian dokter memanggil dan mengatakan bahwa ananda memang didiagnosa "leukimia" so "need miracle" untuk bisa sembuh, dan mengatakan untuk dirujuk ke rumah sakit tipe B di Sukabumi atau rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung.
Tak kuat mendengar namun hati tidak berdebar karena yakin Allah dengan ayat yang diberikan adalah yang terbaik.
Kemudian dokter meminta kembali ananda untuk cek lab kembali untuk melengkapi keseluruhan diagnosanya.
Sambil menunggu hasil saya berusaha terus menahan agar tidak menangis dihadapan ananda.
Saya ingin anak saya sembuh, tapi saya tidak ingin ikhtiar meronta dengan mengedepankan perasaan sayang dan ketidak tenangan ini dengan memaksa dokter untuk segera dibawa ke rumah sakit yang dimaksud.
"Bismillah ya Allah ijinkan hamba untuk garputala kembali memohon kesembuhannya".
Kembali terbukalah sebuah ayat QS Al-Anbiya ayat 104 :
("(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya").
Dan saya melihat ayat sebelum dan sesudahnya QS Al-Anbiya ayat 103 dan 105. Serasa Allah sedang memeluk dengan perasan sayang, QS Al-Kahfi ayat 4 inilah yg dimaksud-Nya.
Dengan perasaan hati yang tidak utuh tak sadar saya memeluk ananda erat dalam hati berkata "Hamba ridho ya Allah, bila ini memang yang Engkau kehendaki".
Lalu saya mengambil hasil lab ke-3 dibawah tertulis "Leukimia akut ec. susp. AML M5 dd/ AML M4b"
Wooooooww kereeeeeennnn.. Luar biasa Dahsyaaaaaattt...
"Alhamdulillah ala kulli hal.. Ya Allah hamba ridho ya Allah..".
Gemetar seluruh tubuh, serasa Allah cabut tulang dibadan ini, tidak mudah untuk tegak berdiri.
Dan qodarullah setelah berusaha menghubungi ke rumah sakit yang sebelumnya ditunjuk untuk rujukan perawatan kedua rumah sakit tersebut tidak mudah untuk dihubungi.
Selama masih menunggu dengan harapan perawatan ke kedua rumah sakit tersebut jam 8 malam anda mendapatkan tranfusi darah hingga di tetes terakhir yang masuk kedalam tubuhnya sebelum pulang kepada "Pemilik Kekuatan Al-Qur'an" dia berkata sambil tersenyum " "Jangan nangis ibu".
Laa ilaaha illallaah..
β€3
Innalillahi wa innailaihi rojiuun.. Allahumma ajirnii fii mushibati khoiron waa akhlifnii khoiron minha..
Tepatnya jam 2:00 WIB hari kamis 7 Maret 2019 ananda "Ryu Fathurrahman Effendi bin Herlan Effendi" telah berpulang.
Mengingat ketiga garputala yang saya alami dan keajaiban yang saya dapatkan adalah kekuatan diri dan rasa sayang Allah memudahkan untuk ridho atas rasa tidak nyaman ketika anak kembali diwaktu yang dijanjikan. Karena sebelumya saya bukanlah seseorang yang cukup kuat bila ada suatu hal yang kurang menyenangkan, emosi saya saya kadang lebih di atas logika saya.
Dan saya benar-benar bersyukur melaluinya tidak dengan ikhtiar meronta, saya merasa jadi seseorang yang baru dari sebelumnya karena berusaha "Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus" yang dicari dan bukankah ini yang benar-benar Allah inginkan?. Namun demikian tidaklah membuat saya menjadi merasa luar biasa, karena ijin Allah lah yang membuat saya kuat dan membuka hati saya bahwa "Allah is my everything". Saya masih harus terus berjuang untuk istiqomah dengan "Al-Qur'an sebagai way of life" saya.
Alhamdulillah yaa Allah..
Terimakasih kepada gurunda Ustadz Nasrullah dengan ilmu garputalanya yang diijinkan oleh Allah sebagai penolong telah membuat saya lebih mencintai Al Quran. Karenanya ketika mendengar hal yang dahsyaaaatt seperti itu tidaklah ada perasaan hati yang tidak utuh lagi, Insyaa Allah.
Makasih Elvida juga kang fery kang boma rangga kevin juga sahabat Ryu yang tidak bisa disebutkan satu persatu.. terimakasih atas kebersamaan dan kenangan terindahnya.
Dan terimakasih banyak kepada para guru kehidupan saya para sahabat yang telah menguatkan baik dari segi materi dan moril terlebih lagi telah mendoakan ananda Ryu untuk berpulang dengan keadaan yang sebaik-baiknya iman.. Semoga semuanya selalu dibahagiakan dan dimuliakan Allah.. Aamiin yaa Robbal'alamiin ππ
Segala sesuatu sesuai dengan qadha' dan qadar, dan kematian adalah sebaik-baiknya pelajaran.
"Jangan nangis ibu"..
"Iya nak., ibu ridho sayang"..
Mengenang hari kepulanganmu kak.. β€β€
Tepatnya jam 2:00 WIB hari kamis 7 Maret 2019 ananda "Ryu Fathurrahman Effendi bin Herlan Effendi" telah berpulang.
Mengingat ketiga garputala yang saya alami dan keajaiban yang saya dapatkan adalah kekuatan diri dan rasa sayang Allah memudahkan untuk ridho atas rasa tidak nyaman ketika anak kembali diwaktu yang dijanjikan. Karena sebelumya saya bukanlah seseorang yang cukup kuat bila ada suatu hal yang kurang menyenangkan, emosi saya saya kadang lebih di atas logika saya.
Dan saya benar-benar bersyukur melaluinya tidak dengan ikhtiar meronta, saya merasa jadi seseorang yang baru dari sebelumnya karena berusaha "Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus" yang dicari dan bukankah ini yang benar-benar Allah inginkan?. Namun demikian tidaklah membuat saya menjadi merasa luar biasa, karena ijin Allah lah yang membuat saya kuat dan membuka hati saya bahwa "Allah is my everything". Saya masih harus terus berjuang untuk istiqomah dengan "Al-Qur'an sebagai way of life" saya.
Alhamdulillah yaa Allah..
Terimakasih kepada gurunda Ustadz Nasrullah dengan ilmu garputalanya yang diijinkan oleh Allah sebagai penolong telah membuat saya lebih mencintai Al Quran. Karenanya ketika mendengar hal yang dahsyaaaatt seperti itu tidaklah ada perasaan hati yang tidak utuh lagi, Insyaa Allah.
Makasih Elvida juga kang fery kang boma rangga kevin juga sahabat Ryu yang tidak bisa disebutkan satu persatu.. terimakasih atas kebersamaan dan kenangan terindahnya.
Dan terimakasih banyak kepada para guru kehidupan saya para sahabat yang telah menguatkan baik dari segi materi dan moril terlebih lagi telah mendoakan ananda Ryu untuk berpulang dengan keadaan yang sebaik-baiknya iman.. Semoga semuanya selalu dibahagiakan dan dimuliakan Allah.. Aamiin yaa Robbal'alamiin ππ
Segala sesuatu sesuai dengan qadha' dan qadar, dan kematian adalah sebaik-baiknya pelajaran.
"Jangan nangis ibu"..
"Iya nak., ibu ridho sayang"..
Mengenang hari kepulanganmu kak.. β€β€
β€2
Sudah garpu tala masing2?
In Syaa Allah itu petunjuk terbaik
In Syaa Allah itu petunjuk terbaik
β€1
Tadi ngepas banget
.
Pas nunggu dipanggil baca yaasin.
Pas mulai nyoblos masuk di ayat βalyauma nahktimu ala afwaahihim...β pada hari ini mulut dikunci, tangan berbicara, kaki menjadi saksi.
Pas beres semua, beres yaaasinnya... Alhamdulillah
.
Pas nunggu dipanggil baca yaasin.
Pas mulai nyoblos masuk di ayat βalyauma nahktimu ala afwaahihim...β pada hari ini mulut dikunci, tangan berbicara, kaki menjadi saksi.
Pas beres semua, beres yaaasinnya... Alhamdulillah
β€2
Sudah nyoblos? Apa nih pilihan teman2? Beda pilihan gpp ya, kita belajar legowo dalam perbedaan
Anonymous Poll
13%
01 Jokowi-Amin
82%
02 Prabowo-Sandi
5%
Tidak memilih
β€2
Semua fokus di penghitungan ya? βΊοΈ
Tetap tenang ya... bahagia itu tanpa syarat...
Teruuus bahagia, krn bumi ini sdh ada yg ngatur. Ada pilotnya, yaitu Allah.
Kalau di pesawat aja tenang, karena ada pilotnya, apalagi kehidupan kita... kan?
Ini mirip2 guncangan aja, intinya tetap tenang dan bahagia.
Tetap tenang ya... bahagia itu tanpa syarat...
Teruuus bahagia, krn bumi ini sdh ada yg ngatur. Ada pilotnya, yaitu Allah.
Kalau di pesawat aja tenang, karena ada pilotnya, apalagi kehidupan kita... kan?
Ini mirip2 guncangan aja, intinya tetap tenang dan bahagia.
β€1