Nasrullah - Magnet Rezeki
62.3K subscribers
4.28K photos
795 videos
51 files
2.08K links
Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah.

Ilmunya ada di AUDIO. Kumpulan audionya di: https://telegram.me/audiomagnetrezeki

Ilmunya jg ada di TESTIMONI 2-nya.

Channel ini tdk ada hubungannya dgn crypto2, money game dll. Mhn hati2 dgn iklan yg tdk baik
Download Telegram
PERBEDAAN HUKUM
MENGUCAP SELAMAT NATAL

+ Pak Nas, kenapa ya, koq pendapat tentang mengucap selamat natal itu berbeda-beda? Darimana munculnya perbedaan itu ya pak?

- Iya, lagi hangat-hangatnya ya... setiap tahun pasti ada pertanyaan akan hal ini. Ini ada member Magnet Rezeki yang bertanya. Bismillah, semoga jawaban ini bisa jadi perluasan pemahaman bagi teman2 magnet rezeki.

Gini, kita melihat adanya ulama yang berbeda pendapat akan urusan ini. Kenapa sih bisa berbeda?

Untuk pertanyaan hukum, memang seringnya tidak rigid (kaku). Hukum bisa berubah sesuai dengan kondisi seseorang.

Contohnya yaa... “apa hukumnya haji?”
Pasti pada jawab : “wajib jika mampu”

Padahal jawabannya ga bisa langsung begitu. Hukumnya haji itu ada 5. Bisa wajib, sunnah, mubah, makruh bahkan haram.

Wajib jika sudah mampu
Sunnah jika jika sudah pernah pergi dan harus menemani jamaah. Walaupun pahalanya tetap pahala haji.
Mubah bagi penduduk mekkah yang dapat izin oleh pemerintahnya

Makruh bagi penduduk arab yang sudah pernah haji, lalu ada orangtua yang lebih perlu ditemani karena tidak sehat.
Haram bagi istri yang tidak dapat izin suami, haram bagi orang yang memaksa masuk menggunakan visa palsu, dll

Jadi, hukum haji yang selama ini kita jawabnya rigid sesuai pemahaman kita, ternyata ga bisa juga langsung dijawab. Tergantung situasi seseorang.

Sama dengan semua hukum yang lain. Makan babi misalnya, bisa jadi mubah bagi seorang muslim yang ada di tengah padang pasir yang sudah beberapa hari tidak makan, lalu terhidang satu2nya makanan adalah babi itu.

Intinya, hukum fiqih, sering sekali tidak bisa dijawab dengan rigid.

Sama dengan ucapan selamat natal. Munculnya perbedaan hukum yang kita lihat karena perbedaan pendekatan. Dr Yusuf Qaradhawy misalnya, membolehkan. Lembaga fatwa arab saudi mengharamkan.

Karena memang, mengucap natal itu jika dilakukan pendekatan berbeda, bisa mubah, makruh, bisa juga haram. Ga sampe wajib atau sunnah, karena tidak ada perintahnya.

Fatwa yang Mubah, misalnya, diterapkan bagi orang eropa yang baru masuk Islam, masih berinteraksi dengan keluarganya yang masih merayakan natal, namun dalam hatinya tetap meyakini agama Islam, mengucapkan natal untuk menghormati dan menjaga perasaan keluarganya.

Bisa juga Makruh, pada kondisi seorang pimpinan kelompok muslim yang jika dilihat anak2 didik/santri yang masih labil, akhirnya anak2 santri jadi kebingungan akan tauhidnya.

Bisa juga Haram bagi seorang yang ketika mengucapkannya, terbit di dalam hatinya pengakuan bahwa semua agama sama. Hingga persoalan pengucapan ini membatalkan tauhidnya.

Lebih kurang seperti itu. Tinggal sekarang, kita ga usah menilai orang lain. Nilai aja diri kita sendiri. Kalau kita yang ngucapin, akan masuk ke mana nih...

Ada juga yang memfatwakan haram mutlak, dikarenakan dipandang mendukung agama lain dan bisa mengeluarkan dari aqidah. Pandangan ini bisa benar, dan bisa diambil, apalagi dikeluarkan oleh lembaga fatwa. Tinggal kitanya menghormati pendapat yang berbeda2 soal ini. Karena, perbedaan pendekatan dan situasi.

Semoga hati kita jadi adem. Setiap org ga lagi menilai org lain, tapi hanya menilai dirinya sendiri. Jadi tiap tahun, tanya ke diri sendiri, kalau ngucapin, saya akan masuk ke mana.

Amannya, bisa juga melakukan sholat istikhoroh, bisa juga tawassul bil Qur’an. Bisa juga bersandar pada pandangan kyai dan ustadznya masing2.

Yang penting, kita bisa damai, adem, cool, akur...

Semoga Allah memuliakan kita semuanya dengan ketinggian Akhlaq dan kemurnian Tauhid. Aamiin.

Maafkan saya yang banyak kesalahan, jawaban ini semata untuk membantu agar kita memahami bahwa potensi terjadinya perbedaan dalam urusan ini sangat mungkin terjadi. Tinggal kita bijak dalam menyikapinya dan memilih sikap untuk diri sendiri.

Wallahu a’lam bis showab

Sahabatmu,
Nasrullah
👍21
MEDAAAN... Catat Tanggalnya yaa

12 Januari 2020
1
Tuan dan Puan di Malaysia?

Nak beli Buku Magnet Rezeki?

Boleh beli di toko ini:

https://shopee.com.my/product/65550338/5112652419?v=032&smtt=0.0.3
1
Silahkan yang mau liburan di Bali sekaligus belajar ilmu Magnet Rezeki
1
Yg di Malaysia, In Syaa Allah tgl 11 Januari 2020
1
Alhamdulillah selesai program Mega Seminar Makassar
1
Foto di atas adalah makan malam saya dengan para ctmr dan panitia mega seminar Makassar. Alhamdulillah mrk sukses mengadakan perhelatan yang semakin lama semakin membesar.

Sukses, bukan hanya acaranya, tapi yang lebih penting bagi saya adalah sukses dalam mengelola hati masing2 dalam beramal bersama.

Itu yang paling tidak mudah. Ada ego, ada pemahaman yang tidak sama, ada kepentingan yang bersinggungan. Ada juga yang merasa paling berjasa.

Tapi semalam, saya rasa bahagia. Tim Makassar selamat dari “jebakan” egoisme itu. Alhamdulillah.

In Syaa Allah ke depan mereka akan menjadi suluh penerang bagi masyarakat sekitarnya.
1
Ada juga korwil Banten. Dengan komando dari Ayden (Ayah Denny), seorang ayah yang sangat bijak dan dewasa, mereka berhasil mengadakan kegiatan yang menginspirasi anak2 remaja.

Acaranya saaangat menarik. Ketiga anak remaja saya ikut kegiatan tersebut. Modifikasi2 dan penyesuaian dengan umur remaja, membuat ilmu Magnet Rezeki menjadi renyah dan ringan untuk diterima para remaja. Anak saya komentar “asyik bi, beda dari biasanya”

Alhamdulillah... saya bangga dan bahagia. Sayang saya tak sempat berfoto khusus dengan panitianya. Tapi mrk semua hadir dan saya merasakan raut bahagia dari para panitia.

Bahagia itu adalah cermin dari hati yang makin bersih dan indah. Bahagia sendiri biasa, tapi bahagia bersama-sama, itu luaaar biasa...
1