Alhamdulillah bahagia sekali bisa menginspirasi peserta seminar di SINGAPORE. Smg ilmunya berkah dan manfaat.
❤2
SEDEKAH KE KELUARGA
Ini salah satu diskusi saya dgn seorang member. Ternyata dia selama ini selalu mendahulukan org lain utk bersedekah dibandingkan keluarga sendiri.
Lalu saya sampaikan bahwa yg benar, ke keluarga sendiri harus didahulukan.
Sy pun berikan link yang bisa dipelajari.
Sprt saat ini, saya ajak anak2 saya safar ke Singapore. Sebagian mgkn beranggapan itu buang2 uang, tapi saya merasa sedang bersedekah yang baik bagi anak2 saya.
Tentu ditempat lain, sy pun bersedekah ke org lain. Tapi tetap tempatkan “rasa bahagia” saat bisa memberikan yg terbaik bagi keluarga.
Alhamdulillah-nya saya ke sini krn sekalian menghadiri undangan mengisi seminar. Jadi biaya bisa dihemat-hemat. Tiket pesawat pun yg ekonomi saja.
Selain membangun “hubungan hati” dengan anak2 saya, Saya pun “bertransaksi” dengan mereka.
“Senang ga abi bawa ke Singapore?” Tanya saya. Tentu mereka kompak menjawab, “senaaaang”.
Lalu saya menanam tugas pada mereka. “Abi cuma minta satu. Jadilah hafidzoh sbg hadiah untuk Abi”
In Syaa Allah memori itu akan tertanam pada mereka.
Mudah2an tulisan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Ini salah satu diskusi saya dgn seorang member. Ternyata dia selama ini selalu mendahulukan org lain utk bersedekah dibandingkan keluarga sendiri.
Lalu saya sampaikan bahwa yg benar, ke keluarga sendiri harus didahulukan.
Sy pun berikan link yang bisa dipelajari.
Sprt saat ini, saya ajak anak2 saya safar ke Singapore. Sebagian mgkn beranggapan itu buang2 uang, tapi saya merasa sedang bersedekah yang baik bagi anak2 saya.
Tentu ditempat lain, sy pun bersedekah ke org lain. Tapi tetap tempatkan “rasa bahagia” saat bisa memberikan yg terbaik bagi keluarga.
Alhamdulillah-nya saya ke sini krn sekalian menghadiri undangan mengisi seminar. Jadi biaya bisa dihemat-hemat. Tiket pesawat pun yg ekonomi saja.
Selain membangun “hubungan hati” dengan anak2 saya, Saya pun “bertransaksi” dengan mereka.
“Senang ga abi bawa ke Singapore?” Tanya saya. Tentu mereka kompak menjawab, “senaaaang”.
Lalu saya menanam tugas pada mereka. “Abi cuma minta satu. Jadilah hafidzoh sbg hadiah untuk Abi”
In Syaa Allah memori itu akan tertanam pada mereka.
Mudah2an tulisan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
❤1👍1
#Testimoni
#KankerSembuh
Puji Syukur ke hadirat Allah yg maha baik,
Mendengar kabar dari seorang sahabat MR yg dari tadi malam membuat saya penasaran apa gerangan yang terjadi
Dari kata2 nya tersirat kabar baik, Alhamdulillaah
Senang rasanya bisa menyaksikan dan mendengarkan testimoni2 keajaiban dg wasilah ilmu Magnet Rezeki,
Hampir kurang lebih satu tahun saya kenal Sahabat saya ini di WA Grup yg saya bina,
Kala itu beliau bercerita bahwa beliau sedang mendpat bungkus permen (istilah MR untuk ujian yg datang)
Kala itu beliau divonis *Kanker Payudara*, Salah satu penyakit yang Dahsyat,,
Dengan berbekal ilmu Magnet Rezeki yang saya dapat di MR Camp 18 Bogor dan mengulang-ngulang audionya di chanel Telegram,
Saya berusaha membesarkan hati sahabat2 saya yang sedang mendapat bungkus permen,
-_Ada yang divonis dokter penyakit kanker yang dahsyat_
-_Ada yang hubungan suami istri tidak harmonis gara-gara amanah yg belum bisa diselesaikan sehingga setiap hari harus siap ditagih amanah dg cara yg kurang nyaman_
-_Ada juga anak muda yg sedang mencari jati diri yang hubungan dengan ibu nya kurang harmonis_
Subhanallah,,
Saya sendiri bahkan tidak tau apakah sanggup menjalaninya jika di posisi mereka,
Saya mencoba mengarahkan sahabat2 dahsyat saya untuk join chanel Telegram Rahasia Magnet Rezeki Ustadz Nasrullah, membaca bukunya dan mengukuti kegiatan2 MR yang diadakan
الحمد لله ربّ العالمين
Pagi ini seorang sahabat mengabarkan bahwa semua vonis dokter tentang penyakit kanker yang dideritanya selama ini hilang
Allahu Akbar,
Saya merinding membaca pesan WA nya,
Seminggu sebelumnya ada sahabat saya juga yang testimoni bahwa setelah ikut Camp di Jogja, bisnisnya melejit, walhasil Camp Jogja berikutnya sahabat saya ini sudah daftar reseat Camp 33 Jogja dengan mengajak suami tercinta
Masyaa Allah, Allah maha baik, maha segalanya, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah,
Semoga cerita-cerita keajaiban yg kita baca dan kita dengarkan bisa menjadi pelajaran buat kita untuk lebih mendekat lagi kepada Allah,
Berdoalah, maka Allah pasti akan qobulkan, jikapun tidak di dunia maka akan menjadi tabungan kita di akherat kelak,
Salam,
AANG AHMADTIAR
Alumni MRCamp18 Bogor
Syirkah Warrior KMR
#KankerSembuh
Puji Syukur ke hadirat Allah yg maha baik,
Mendengar kabar dari seorang sahabat MR yg dari tadi malam membuat saya penasaran apa gerangan yang terjadi
Dari kata2 nya tersirat kabar baik, Alhamdulillaah
Senang rasanya bisa menyaksikan dan mendengarkan testimoni2 keajaiban dg wasilah ilmu Magnet Rezeki,
Hampir kurang lebih satu tahun saya kenal Sahabat saya ini di WA Grup yg saya bina,
Kala itu beliau bercerita bahwa beliau sedang mendpat bungkus permen (istilah MR untuk ujian yg datang)
Kala itu beliau divonis *Kanker Payudara*, Salah satu penyakit yang Dahsyat,,
Dengan berbekal ilmu Magnet Rezeki yang saya dapat di MR Camp 18 Bogor dan mengulang-ngulang audionya di chanel Telegram,
Saya berusaha membesarkan hati sahabat2 saya yang sedang mendapat bungkus permen,
-_Ada yang divonis dokter penyakit kanker yang dahsyat_
-_Ada yang hubungan suami istri tidak harmonis gara-gara amanah yg belum bisa diselesaikan sehingga setiap hari harus siap ditagih amanah dg cara yg kurang nyaman_
-_Ada juga anak muda yg sedang mencari jati diri yang hubungan dengan ibu nya kurang harmonis_
Subhanallah,,
Saya sendiri bahkan tidak tau apakah sanggup menjalaninya jika di posisi mereka,
Saya mencoba mengarahkan sahabat2 dahsyat saya untuk join chanel Telegram Rahasia Magnet Rezeki Ustadz Nasrullah, membaca bukunya dan mengukuti kegiatan2 MR yang diadakan
الحمد لله ربّ العالمين
Pagi ini seorang sahabat mengabarkan bahwa semua vonis dokter tentang penyakit kanker yang dideritanya selama ini hilang
Allahu Akbar,
Saya merinding membaca pesan WA nya,
Seminggu sebelumnya ada sahabat saya juga yang testimoni bahwa setelah ikut Camp di Jogja, bisnisnya melejit, walhasil Camp Jogja berikutnya sahabat saya ini sudah daftar reseat Camp 33 Jogja dengan mengajak suami tercinta
Masyaa Allah, Allah maha baik, maha segalanya, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah,
Semoga cerita-cerita keajaiban yg kita baca dan kita dengarkan bisa menjadi pelajaran buat kita untuk lebih mendekat lagi kepada Allah,
Berdoalah, maka Allah pasti akan qobulkan, jikapun tidak di dunia maka akan menjadi tabungan kita di akherat kelak,
Salam,
AANG AHMADTIAR
Alumni MRCamp18 Bogor
Syirkah Warrior KMR
❤2
Yg di sekitar Bogor, tdk ada camp yg 3 hari ya. Yg ada adalah Mega Seminar. Smg bisa dimanfaatkan utk menginspirasi teman2 dan kerabat.
❤1
#Testimoni
#DapatAnak
Assalamualaikum ustad alhamdulillah setelah camp yg di bdg waktu itu istri saya hamil utk anak yg ke 2.
Kemarin setelah USG alhamdulillah perkiraan dokter anak saya laki2.
Terima kasih atas ilmunya ustad jazakallohu khairan
#DapatAnak
Assalamualaikum ustad alhamdulillah setelah camp yg di bdg waktu itu istri saya hamil utk anak yg ke 2.
Kemarin setelah USG alhamdulillah perkiraan dokter anak saya laki2.
Terima kasih atas ilmunya ustad jazakallohu khairan
❤2
Membaca postingan ust Arafat, sangat menyentuh hati terdalam.
Makin rindu dengan keadilan di akhirat.
Makin rindu dengan keadilan di akhirat.
❤1
+ Pak Nas, bgm sikap kita menyikapi hasil sidang Mahkamah Konstitusi?
- Ga ada apa2. Semua berjalan normal apa adanya. Biasa saja. Semua berdasarkan takdir Allah.
Kalau menurut saya, fakta2 tidak-jujur ya terbukti di putusan MK dan tidak dibantah, cuma ga detil aja. MK ternyata meminta detil dan ada dampak terhadap suara. Dengan hukum acara seperti itu, ya ga mungkin bisa dapat keadilan hakiki.
Ya sudah, tenangkan diri. Ini memang cerminan diri dan masyarakat kita.
Toh kita selama ini yang menanam “believe” itu di tengah masyarakat: “Kecurangan adalah bagian dari kehidupan”
Apa2 maunya nyogok, nyuap. Mau berprestasi pakai nyontek, pakai calo. Sistem zonasi sekolah yg skrg misalnya, orangtua ambil praktisnya, bikin ktp palsu.
Ya begitu. Jadi pemimpin pun dipilih dengan cara yg ga jauh beda.
Tulisan ini bukan untuk membenarkan, bukan juga utk menyesali. Sebaliknya, kita introspeksi diri.
Pakai ilmu “cermin ajaib”. Bahwa yg terjadi ya hanya cerminan atas semua prilaku kolektif kita sebagai masyarakat.
Pakai juga ilmu “Garis Kebenaran” yang salah siapa? Ya “saya”... bukan siapa2.
Maka, kalau mau pemimpin yang jujur, mulailah dari diri kita sendiri. Yuk kita jujur, seeeejujur-jujurnya. Bersih sebersih bersihnya. Adil seadil adilnya.
Masuk “goa” lagi yuk...
- Ga ada apa2. Semua berjalan normal apa adanya. Biasa saja. Semua berdasarkan takdir Allah.
Kalau menurut saya, fakta2 tidak-jujur ya terbukti di putusan MK dan tidak dibantah, cuma ga detil aja. MK ternyata meminta detil dan ada dampak terhadap suara. Dengan hukum acara seperti itu, ya ga mungkin bisa dapat keadilan hakiki.
Ya sudah, tenangkan diri. Ini memang cerminan diri dan masyarakat kita.
Toh kita selama ini yang menanam “believe” itu di tengah masyarakat: “Kecurangan adalah bagian dari kehidupan”
Apa2 maunya nyogok, nyuap. Mau berprestasi pakai nyontek, pakai calo. Sistem zonasi sekolah yg skrg misalnya, orangtua ambil praktisnya, bikin ktp palsu.
Ya begitu. Jadi pemimpin pun dipilih dengan cara yg ga jauh beda.
Tulisan ini bukan untuk membenarkan, bukan juga utk menyesali. Sebaliknya, kita introspeksi diri.
Pakai ilmu “cermin ajaib”. Bahwa yg terjadi ya hanya cerminan atas semua prilaku kolektif kita sebagai masyarakat.
Pakai juga ilmu “Garis Kebenaran” yang salah siapa? Ya “saya”... bukan siapa2.
Maka, kalau mau pemimpin yang jujur, mulailah dari diri kita sendiri. Yuk kita jujur, seeeejujur-jujurnya. Bersih sebersih bersihnya. Adil seadil adilnya.
Masuk “goa” lagi yuk...
❤1
Alhamdulillah camp Jogja menjadi camp pertama yg diadakan setelah libur Ramadhan. Siap2 utk sharing keajaiban lagi ke banyak daerah.
Kita doa bi doa ya...
Kita doa bi doa ya...
❤1
KENANGAN CAMP
Bapak ibu, kakak adik alumni camp, bgm kabarnya? Saat ini saya sedang camp di Jogja, camp yang ke 33.
Tiba2 saya dilanda rasa kangen dengan Anda semua, para alumni. Maka saya lampiaskan kangen saya dengan tulisan ini.
Baru saja kami selesai sesi pelepasan, saat memori masa lalu dilepaskan dengan amplop ke atas langit. Plong rasanya.
Lalu, ya itu, teringat Anda semua.
Bgm? Masihkah kita release semua persoalan kita, lalu sisanya tinggal bahagia dan senang2 saja?
Tentu bukan dengan sesi di dalam camp, tapi dalam sholat-sholat kita. Saat takbirotul ihram dan takbir2 kita, saat tangan kita tidak lagi menggenggam, tapi melepas.
Lalu, beberapa detik kemudian tangan itu melekat di dada, seperti seorang bayi yang dipeluk ibunya sendiri. Bahagia dan damai tak terkira.
Masih ingat kan sesi itu?
Sesi yang membuat seisi ruang terharu dan menetes air mata di kegelapan.
Saya sangat menikmati sesi itu. Walau sbg pembicara, saya ikut larut dalam keharuan yang sama.
Seperti saat ini. Beberapa alumni camp menyatakan kerisauannya atas kondisi bangsa dan hasil pengadilan di MK.
Hey... kita kan sudah Magnet Rezeki. Kenapa dengan persoalan itu kita jadi kehilangan kebahagiaan kita. Amat teramat sayang.
Lepaskan saja. Jangan digenggam.
Ga usah lah di jeruk nipisi. Nanti malah ga nyaman hidup kita. Nanti malah ga jadi makhluk ajaib lagi. Kan mmg hidup sudah ada sutradaranya. Dialah Allah. Ga usah pakai jeruk nipis lagi.
Begitu juga dengan persoalan2 hidup kita yang lain. Lepaskan saja. Jangan dijeruk nipisi. Semua sudah sempurna.
Tapi, kesempurnaan dan kebahagiaan itu menuntut syarat. Yaitu duduk di bangku taman. Masuk goa keajaiban. Dan menikmati ibadah-ibadah kita.
Ah... kangen dengan Anda semua.
Terimakasih telah membersamai saya yang dhoif ini, mengarungi hidup yang ajaib dan sempurna.
Smg Allah pertemukan kita dalam kesempatan terbaik.
Aamiin
Sahabatmu,
Nasrullah
Bapak ibu, kakak adik alumni camp, bgm kabarnya? Saat ini saya sedang camp di Jogja, camp yang ke 33.
Tiba2 saya dilanda rasa kangen dengan Anda semua, para alumni. Maka saya lampiaskan kangen saya dengan tulisan ini.
Baru saja kami selesai sesi pelepasan, saat memori masa lalu dilepaskan dengan amplop ke atas langit. Plong rasanya.
Lalu, ya itu, teringat Anda semua.
Bgm? Masihkah kita release semua persoalan kita, lalu sisanya tinggal bahagia dan senang2 saja?
Tentu bukan dengan sesi di dalam camp, tapi dalam sholat-sholat kita. Saat takbirotul ihram dan takbir2 kita, saat tangan kita tidak lagi menggenggam, tapi melepas.
Lalu, beberapa detik kemudian tangan itu melekat di dada, seperti seorang bayi yang dipeluk ibunya sendiri. Bahagia dan damai tak terkira.
Masih ingat kan sesi itu?
Sesi yang membuat seisi ruang terharu dan menetes air mata di kegelapan.
Saya sangat menikmati sesi itu. Walau sbg pembicara, saya ikut larut dalam keharuan yang sama.
Seperti saat ini. Beberapa alumni camp menyatakan kerisauannya atas kondisi bangsa dan hasil pengadilan di MK.
Hey... kita kan sudah Magnet Rezeki. Kenapa dengan persoalan itu kita jadi kehilangan kebahagiaan kita. Amat teramat sayang.
Lepaskan saja. Jangan digenggam.
Ga usah lah di jeruk nipisi. Nanti malah ga nyaman hidup kita. Nanti malah ga jadi makhluk ajaib lagi. Kan mmg hidup sudah ada sutradaranya. Dialah Allah. Ga usah pakai jeruk nipis lagi.
Begitu juga dengan persoalan2 hidup kita yang lain. Lepaskan saja. Jangan dijeruk nipisi. Semua sudah sempurna.
Tapi, kesempurnaan dan kebahagiaan itu menuntut syarat. Yaitu duduk di bangku taman. Masuk goa keajaiban. Dan menikmati ibadah-ibadah kita.
Ah... kangen dengan Anda semua.
Terimakasih telah membersamai saya yang dhoif ini, mengarungi hidup yang ajaib dan sempurna.
Smg Allah pertemukan kita dalam kesempatan terbaik.
Aamiin
Sahabatmu,
Nasrullah
❤1